Sate Mitra Sudah 29 Tahun Berdiri, UMKM di Jambi Ini Kini Menjadi Favorit Kaum Urban
Dalam masa pandemi ini, untuk sate lidah fredi mampu menjual sampai tiga kilogram sate lidah atau 25 porsi.
Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Fredi mengaku memang tidak membuat terlalu banyak sate lidah, karena selain bahan baku yang tidak banyak di pasaran juga bertujuan untuk membuat konsumenya penasaran dan datang lagi ke lapaknya.
Sate daging paling banyak dibeli oleh konsumen, satu hari sate daging ini mampu laku sebanyak 13 kilogram atau 130 porsi.
Sementara daging ayam fredi bisa menjual sampai 70 porsi sehari atau 10 kilogram daging ayam.
Satu porsi, fredi menjual satenya seharga Rp 20 ribu. Walaupun lebih mahal dari pada yang lain tapi satu porsi sate Mitra dua kali lebih banyak jika dibandingkan sate yang lain.
Untuk satu porsi berisi sepuluh tusuk sate, plus satu buah ketupat yang berukuran besar. Namun jika tidak habis satu porsi, pelanggan bisa memesan setengah porsi sate.
Setengah porsi sate fredi di jual seharga Rp 13 ribu, berisikan satu buah ketupat besar dan lima tusuk sate.
Untuk pembelian take away, jumlah porsinya lebih banyak lagi. Berisi satu setengah ketupat besar plus sepuluh tusuk sate. Harganya tetap Rp 20 ribu.
Selain sate, fredi juga menjual Rujak. Rujaknya sedikit berbeda dengan yang banyak di jual di pasaran. Khususnya dalam teknik pemotongan nanas.
Uniknya teknik pemotongan nanas fredi menghasilkan rasa manis yang alami dari nanasnya, walaupun masih mudah.
Satu porsi rujaknya di jual fredi seharga Rp 15 ribu.