Breaking News:

Asisten Pribadi Mantan Menpora Dihukum 6 Tahun Penjara, Kasus Suap Proposal Dana Hibah

Miftahul Ulum, asisten pribadi (aspri) mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, hukumannya diperberat.

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Terdakwa asisten mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Miftahul Ulum menunggu dimulainya sidang lanjutan kasus suap penyaluran pembiayaan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora kepada KONI di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (20/2/2020). Sidang beragenda pemeriksaan lima orang saksi yang dihadirkan JPU KPK. 

TRIBUNJAMBI.COM - Miftahul Ulum, asisten pribadi (aspri) mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, hukumannya diperberat.

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menjatuhkan hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Ulum merupakan terdakwa dalam kasus suap terkait pengurusan proposal dana hibah KONI dan gratifikasi dari sejumlah pihak.

"Menjatuhkan pidana oleh karenanya terhadap Terdakwa Miftahul Ulum dengan pidana penjara selama 6 tahun, dan pidana denda sebesar Rp. 200.000.000, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan," demikian bunyi amar putusan dikutip dari situs Direktori Putusan MA, Rabu (21/10/2020).

Baca juga: Kerabat Jokowi Yang Tewas Terbakar Dalam Mobil Diduga Korban Pembunuhan, Ini Hasil Temuan Polisi

Baca juga: Mendagri Bantah Melarang Pemerintah Larang Diadakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Baca juga: Dalam Waktu Dekat Sule dan Nathalie Holscher Akan Menikah, Namun Tak Undang Siapa-siapa, Benarkah

Dalam putusannya itu, majelis hakim PT DKI Jakarta menyatakan menerima banding yang diajukan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi.

Hukuman 6 tahun penjara itu lebih berat dari vonis yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat yakni 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Adapun tuntutan JPU KPK pada perkara Ulum adalah 9 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan kurungan.

Asisten Pribadi Menpora Miftahul Ulum
Asisten Pribadi Menpora Miftahul Ulum (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Majelis hakim yang memutus banding tersebut terdiri dari Achmad Yusak selaku hakim ketua serta Brlafat Akbar dan Lafat Akbar selaku hakim anggota. Putusan tersebut telah dibacakan pada 25 September 2020 dan statusnya telah berkekuatan hukum tetap.

Dalam kasus ini, Ulum dan Imam telah menerima suap senilai total Rp 11,5 miliar dari Ending Fuad Hamidy selaku Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia dan Johnny E Awuy selaku Bendahara Umum KONI.

Baca juga: Mendagri Bantah Melarang Pemerintah Larang Diadakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Baca juga: Wanita Ditemukan Tewas Terbakar di Dalam Mobil, Ternyata Masih Kerabat Presiden Jokowi

Baca juga: Brigjen EP Dinyatakan Bersalah Karena Punya Orientasi Seksual LGBT, Wajib Ikut Pembinaan Mental

Suap tersebut dimaksudkan agar Ulum dan Imam mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora RI tahun kegiatan 2018.

Di samping itu, Ulum bersama Imam juga dinilai telah menerima gratifikasi senilai total Rp 8,648 miliar yang berasal dari sejumlah pihak.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Banding KPK Diterima, Hukuman Aspri Imam Nahrawi Diperberat"

Editor: Rahimin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved