Breaking News:

Dana Desa Rp 27 Triliun, Bisa Dimanfaatkan untuk Antisipasi dan Penanganan Bencana

Memasuki musim penghujan Potensi bencana disetiap daerah mulai diwaspadai oleh pemerintah.

ist
Tangkapan Layar - Pemaparan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia (Mendes PDTT RI) Abdul Halim Iskandar tentang penggunaan Dana Desa untuk mengantisipasi bencana, dalam konferensi pers virtual, Senin (19/10/2020). (Wartakotalive.com/Mochammad Dipa) 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Memasuki musim penghujan Potensi bencana disetiap daerah mulai diwaspadai oleh pemerintah.

Antisipasi terhadap bencana alam seperti banjir, tanah longsor yang juga disertai angin kencang terus dilakukan pemerintah baik di kota maupun di desa.

Khusus antisipasi bencana alam di desa, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia (Mendes PDTT RI), Abdul Halim Iskandar menegaskan, bahwa pemerintah berkomitmen untuk meminimalisir terjadinya sejumlah bencana alam tahunan, seperti tanah longsor dan banjir di Indonesia.

"Tentu angin kencang juga harus di antisipasi yang nanti akan berdampak pada timbulnya bencana," imbuhnya.

Menurut Abdul Halim, adanya badai La Ni Na, yaitu angin kencang yang membawa udara basah, serta musim hujan yang sudah dimulai sejak September dengan membawa pancaroba yang tidak berhenti-henti, tentunya meningkatkan potensi bencana angin kencang, banjir dan tanah lonngsor.

Baca juga: BREAKING NEWS: Mantan Bupati Zulfikar Ahmad Positif Corona, Beredar Surat Riwayat Perjalanan

Baca juga: Klaim Biaya Perawatan Pasien Covid-19 Tak Kunjung Cair, RS Swasta Terpaksa Pinjam Modal Bank

Baca juga: Fachrori Umar-Syafril Nursal Dapat Dukungan dari Tiga Pimpinan Ponpes

Langkah taktis dan strategis

Maka dari itu, lanjut Abdul Halim, pihaknya meminta para kepala desa di seluruh Indonesia untuk mengambil langkah-langkah taktis dan strategis guna mengantisipasi potensi bencana alam di daerah masing-masing.

"Kita sudah mengambil langkah-langkah taktis dan strategis antara lain dengan berkirim surat kepada kepala desa, para pendamping desa, para tokoh desa, per 16 Oktober yang lalu," katanya.

Adapun langkah-langkah taktis dan strategis yang disebutkan dalam surat tersebut antara lain, membersihkan saluran air, memperkuat penahan banjir dan longsor, membuat atau memperbarui tanda jalur evakuasi bencana dan lain-lain dengan pola Padat Karya Tunai Desa (PKTD).

“Seperti saya sampaikan beberapa kali, masih ada dana yang tersedia di desa setelah digunakan BLT (Bantuan Langsung Tunai) dana desa itu banyak sekali dana yang bisa dimanfaatkan untuk PKTD,” ungkap Abdul Halim.

Baca juga: Muarojambi Bersyukur, Oktober Nol Kasus DBD, Ini Sebaran Kasus Demam Berdarah Sepanjang 2020

tribunnews
Tangkapan Layar - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia (Mendes PDTT RI), Abdul Halim Iskandar saat konferensi pers virtual Dana Desa untuk Antisipasi Bencana Angin, Banjir dan Longsor, Senin (19/10/2020). (Warta Kota/Mochammad Dipa)

Mendata warga yang tinggal di lokasi rawan bencana

Beberapa langkah lainnya yang juga harus ditempuh misalnya, mendata warga di desa yang tinggal di lokasi rawan bencana, seperti di bantaran sungai, di atas tebing, di bawah tebing, serta yang tinggal di perbukitan yang gundul.

Halaman
1234
Editor: Rohmayana
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved