Berita Nasional

Ancaman Gatot Nurmantyo Bila KAMI Sampai Berubah Menjadi Partai Politik: Catat Semua Masyarakat

Namun, ada beberapa pernyataan sejumlah tokohnya disebut bakal hengkang bila KAMI bakal berubah menjadi partai politik.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Ist
Gatot Nurmantyo 

TRIBUNJAMBI.COM - Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo mendapat sorotan publik usai mengancam akan keluar dari KAMI bila organisasi itu berubah jadi partai politik.

Ya, KAMI diketahui merupakan sebuah organisasi yang memiliki sejumlah tokoh penting dalam tubuh organisasinya.

Namun, ada beberapa pernyataan sejumlah tokohnya disebut bakal hengkang bila KAMI bakal berubah menjadi partai politik.

Mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo satu diantaranya, mengaku akan keluar dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) jika menjadi partai politik.

Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo bersama sejumlah veteran melakukan tabur bunga di Taman Makam Nasional Umum Kalibata, Rabu (30/9/2020)
Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo bersama sejumlah veteran melakukan tabur bunga di Taman Makam Nasional Umum Kalibata, Rabu (30/9/2020) (Warta Kota/Feryanto Hadi)

Gatot menerangkan KAMI dibentuk dengan tujuan gerakan moral masyarakat Indonesia.

Terutama untuk terwujudnya keadilan masyarakat Indonesia.

"Saya ulangi bahwa KAMI ini adalah kumpulan orang-orang yang berdasarkan moral. Jadi kalau politik itu berjuang untuk berkuasa, kalau KAMI berjuang untuk sebuah nilai," ujar Gatot dalam wawancara bersama Karni Ilyas, Jumat (16/10/2020).

KAMI tidak akan menjadi partai politik. Sebab, ucap Gatot, akan mengkhianati masyarakat yang tergabung dalam KAMI.

Baca juga: Reaksi Rizal Ramli soal Gatot Nurmantyo Puji UU Cipta Kerja: Kelihatan Warna Aslinya Berpihak Kemana

Baca juga: Gatot Nurmantyo Puji UU Cipta Kerja, Kejutkan Kalangan Anti Omnibus Law, Sampai Tegaskan Soal KAMI

Baca juga: KAMI Akan Jadi Partai Politik? Gatot Nurmantyo: Catat Semua, Tujuan KAMI Bukan Itu!

"Kalau ini menjadi partai maka saya tegaskan di sini bahwa orang-orang KAMI, Deklarator KAMI, presidium KAMI adalah mengkhianati kepercayaan rakyat," tuturnya.

Gatot memastikan Presidium KAMI, yakni dirinya dan Din Syamsuddin, akan keluar dari KAMI jika menjadi partai politik.

"Saya ulangi, kalau KAMI ini berubah menjadi partai, catat semua masyarakat, bahwa deklarator apalagi presidium KAMI adalah mengkhianati kepercayaan rakyat yang bergabung dengan KAMI," tutur Gatot.

"Dan yang pertama kali akan ke luar, saya akan keluar, Prof Din akan keluar, pasti itu. Karena tujuan KAMI bukan itu, hanya nilai-nilai saja," sambungnya.

Siap Maju Jadi Capres

Pemilihan presiden Indonesia masih akan berlangsung pada tahun 2024 mendatang.

Namun, sejumlah orang sudah mendeklarasikan diri maju menjadi calon presiden.

Halaman
12
Sumber: Tribun Sumsel
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved