Berita Nasional
Gatot Nurmantyo Puji UU Cipta Kerja, Kejutkan Kalangan Anti Omnibus Law, Sampai Tegaskan Soal KAMI
Mantan Panglima TNI itu membuat pernyataan baru: 'Saya akan keluar dari KAMI kalau jadi partai politik."
TRIBUNJAMBI.COM - Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo menjadi sorotan usai beri pujian terhadap UU Cipta Kerja.
Pernyataannya yang berisi pujian terhadap UU Cipta Kerja mengejutkan sebagian kalangan anti Omnibus Law.
Mantan Panglima TNI itu membuat pernyataan baru: 'Saya akan keluar dari KAMI kalau jadi partai politik."
Mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo mengaku akan keluar dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) jika menjadi partai politik.
Gatot menerangkan KAMI dibentuk dengan tujuan gerakan moral masyarakat Indonesia.
Terutama untuk terwujudnya keadilan masyarakat Indonesia.
Baca juga: Gatot Nurmantyo Terang-terangan Ingin Jadi Presiden 2024, Karni Ilyas Singgung Soal KAMI
Baca juga: Ini Alasan Polri Menolak Gatot Nurmantyo dkk Saat Mau Jenguk Petinggi KAMI di Tahanan
Baca juga: Saat Gatot Nurmantyo dan Petinggi KAMI Ditolak Polisi Ketika Mau Jenguk Aktivis KAMI di Tahanan
"Saya ulangi bahwa KAMI ini adalah kumpulan orang-orang yang berdasarkan moral.
Jadi kalau politik itu berjuang untuk berkuasa, kalau KAMI berjuang untuk sebuah nilai," ujar Gatot dalam wawancara bersama Karni Ilyas, Jumat (16/10/2020).
KAMI tidak akan menjadi partai politik. Sebab, ucap Gatot, akan mengkhianati masyarakat yang tergabung dalam KAMI.
"Kalau ini menjadi partai maka saya tegaskan di sini bahwa orang-orang KAMI, deklarator KAMI, presidium KAMI adalah mengkhianati kepercayaan rakyat," tuturnya.
Gatot memastikan Presidium KAMI, yakni dirinya dan Din Syamsuddin, akan keluar dari KAMI jika menjadi partai politik.
"Saya ulangi, kalau KAMI ini berubah menjadi partai, catat semua masyarakat, bahwa deklarator apalagi presidium KAMI adalah mengkhianati kepercayaan rakyat yang bergabung dengan KAMI," tutur Gatot.
"Dan yang pertama kali akan ke luar, saya akan keluar, Prof Din akan keluar, pasti itu. Karena tujuan KAMI bukan itu, hanya nilai-nilai saja," sambungnya.
Memuji UU Cipta Kerja
Sebelumnya, Jenderal Gatot Nurmantyo membuat pernyataan mengejutkan kalangan aktivis KAMI karena tiba-tiba memuji isi UU Cipta Kerja yang menurutnya banyak positifnya.