Taman Anggrek Sri Soedewi Terbengkalai, Ada Bangunan Roboh Hingga Jembatan Lapuk

Menurut pantauan Tribunjambi.com, terlihat di lokasi ada bangunan yang roboh. Kemudian kondisi tempat sampah ada yang rusak.

Tribunjambi/widyoko
Salah satu bangunan roboh di Taman Anggrek Sri Soedewi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Taman Anggrek Sri Soedewi yang menjadi lokasi wisata andalan Kota Jambi saat ini kondisinya sedang kurang terawat.

Taman yang memiliki luas dua hektare ini padahal memiliki koleksi ratusan tanaman anggrek yang cantik dan eksotis.

Menurut pantauan Tribunjambi.com, terlihat di lokasi ada bangunan roboh. Kemudian kondisi tempat sampah rusak.

Lalu juga pada jembatan, terdapat banyaknya kayu-kayu yang lapuk dan membahayakan wisatawan yang melintas. Kemudian juga kondisi WC pengunjung yang bau dan kotor.

Baca juga: Jasa Raharja Renovasi Pojok Baca di Kantor Samsat Kerinci

Baca juga: Masih Belum Cukupi Kuota, Perekrutan KPPS Muaro Jambi Diperpanjang Lima Hari Kedepan

Baca juga: Mengapa AKP Agus Hendro Dipindah, Perseteruan dengan Kapolres Blitar vs Kasat Sabhara Tamat

Zulkarnain, selaku Kepala Pengelola Taman Anggrek Sri Sudewi mengatakan hal ini diakibatkan terbatasnya anggaran dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

Sehingga pihaknya tidak bisa memperbaiki dan membangun ulang bangunan yang telah rusak. Dana yang ada hanya cukup untuk pemeliharaan anggrek dan kegiatan kultur jaringan anggrek.

"Taman Anggrek ini sekarang tidak lagi menjadi UPTD (Unit Pelayanan Teknis Daerah) sendiri. Sekarang taman ini berada dalam naungan UPTD Perbenihan Pertahanan Pangan dan Hortikultural yang membawahi Balai Benih Padi, Palawija, dan Taman Anggrek. Jadi dananya terbagi-bagi," ungkapnya kepada Tribunjambi.com, Rabu (14/10/2020).

Namun pihaknya telah mengajukan anggaran untuk memperbaiki dan membangun kembali bangunan yang rusak.

Terutama rumah bayang yang roboh dan itu merupakan bangunan penting bagi penangkaran anggrek.

"Kami mengusulkan dana ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi untuk perbaikan dan pemeliharaan untuk tahun 2021. Kemudian juga kami juga meminta dewan DPRD Provinsi Komisi II untuk meninjau langsung rumah bayang yang roboh," tambahnya.

Sementara itu Zulkarnain mengatakan, kondisi taman anggrek saat ini terbelah menjadi dua bagian. Yakni bagian atas (taman yang ada jembatannya) dan bagian bawah (lokasi penangkaran taman anggrek itu sendiri).

"Menurut informasi yang saya dapat bulan lalu, dinas PUPR Provinsi Jambi akan menyerahkan bagian atas itu kepada Dinas Pariwisata Provinsi Jambi. Karena ini menjadi ruang terbuka hijau, sehingga mungkin akan lebih cocok bila dikelola mereka," katanya.

Terpisah Tribun Jambi mencoba menanyakan hal itu kepada Plt Kadisbudpar, Ema. Dirinya membenarkan hal itu, yang mana bagian atas Taman Anggrek Sri Sudewi akan diserahkan ke Disbudpar.

"Iya katanya akan diserahkan kepada kami. Namun kami masih menunggu pergub-nya dulu," jelas Ema.

"Kami masih akan menggodoknya. Rencana kami, ini akan kami jadikan satu UPT, biar pengelolaannya maksimal. Tapi kita lihat saja dulu ke depannya bagaimana. Pastinya untuk ke depan, di sana akan menjadi ruang publik yang kreatif," tutupnya kepada Tribunjambi.com.

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved