4 Relawan Muhammadiyah Babak Belur Dipukuli Polisi Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja, Salah Sasaran?

Empat relawan kemanusiaan Muhammadiyah dilarikan ke rumah sakit setelah jadi korban kekerasan oknum kepolisian.

Editor: Teguh Suprayitno
Tribun Medan/Danil Siregar
Petugas kepolisian berpakaian preman mengamankan pengunjuk rasa saat aksi menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law di depan Gedung DPRD Sumut, Medan, Kamis (8/10/2020). Aksi demontrasi dari berbagai lembaga di Medan tersebut berujung bentrok dengan aparat kepolisian. 

Empat Relawan Muhammadiyah Babak Belur Dipukuli Polisi Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja, Salah Sasaran?

TRIBUNJAMBI.COM - Empat relawan kemanusiaan Muhammadiyah dilarikan ke rumah sakit setelah jadi korban kekerasan oknum kepolisian.

Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Budi Setiawan mengungkapkan aksi kekerasan itu terjadi ketika anggotanya bertugas sebagai relawan kemanusiaan saat demonstrasi menolak UU Cipta Kerja, Selasa (13/10/2020) kemarin.

Budi mengungkapkan, penganiayaan tersebut menimpa empat relawan MDMC saat berada di Pos Kesehatan di depan Apartemen Fresher Menteng yang bersebelahan dengan Kantor PP Muhammadiyah di Menteng Raya, Jakarta Pusat.

Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi selepas Maghrib. Budi mengungkapkan oknum polisi langsung menabrak relawan dan memukuli.

Baca juga: Korps Marinir TNI AL Turun Bubarkan Demo UU Cipta Kerja, Massa Langsung Cium Tangan Pamit Pulang

"Datang langsung tabrak pakai motor. Teman-teman saya langsung ditabrak dan dipukuli bahkan sebagian diseret untuk masuk ke mobil tapi kemudian negosiasi karena relawan medis dikeluarkan," kata Budi seperti dilansir dari Tribunnews.com, Rabu (14/10/2020).

Relawan yang menjadi korban tersebut akhirnya dilarikan ke RSIJ Cempaka Putih, Jakarta Pusat, untuk mendapatkan perawatan.

Budi mengungkapkan oknum polisi tersebut tidak melakukan dialog terlebih dulu terhadap pihaknya. Mereka langsung menyerang para relawan yang sedang berada di pos kesehatan.

"Ya langsung sweeping, langsung mukul. Kita sedang duduk-duduk," ucap Budi.

Baca juga: Demo UU Cipta Kerja Mirip Perang Palestina-Israel, Ambulans Diberondong Tembakan Gas Air Mata

Dirinya menjelaskan MDMC membuka pos kesehatan untuk membantu pihak manapun yang membutuhkan bantuan kesehatan.

MDMC telah membuka pos kesehatan sejak pagi untuk menunggu masyarakat yang mengharapkan bantuan medis.

"Kan kita dari pagi ada beberapa apakah masyarakat umum atau peserta demo yg luka atau kena gas air mata kita bantu. Jadi kita nunggu saja sifatnya, tiba-tiba kita kena itu," tutur Budi.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Relawan Muhammadiyah Ditabrak Motor dan Dipukuli Oknum Polisi Saat Aksi Demo Tolak UU Cipta Kerja.

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved