Narji Jadi Kurir Narkoba, Ditangkap Polisi Simpan Sabu 40 Kilogram di Hotel Berbintang

Seorang kurir pengedar sabu di Hotel Cordela, Medan, Sumatera Utara, ditangkapo polisis 11 September 2020 lalu.

Editor: Rahimin
Dok. Divisi Humas Polri)
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Krisno Halomoan Siregar (tengah) di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (7/10/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM - Seorang kurir pengedar sabu di Hotel Cordela, Medan, Sumatera Utara, ditangkapo polisis 11 September 2020 lalu.

Saat penangkapan itu, polisi menemukan barang bukti sabu sebanyak 23 kilogram. Tersangka diduga termasuk jaringan internasional Malaysia-Medan-Pekanbaru-Jakarta-Surabaya-Banjarmasin.

“Tanggal 11 September, tim gabungan berhasil menangkap tersangka TSD alias Narji,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Krisno Halomoan Siregar di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Rabu (7/10/2020).

Langkah Cepat, Fasha Segera Adakan Fasilitas Tes PCR Mandiri Untuk Penanganan Covid-19 di Kota Jambi

Melihat Janji Jokowi untuk Buruh Saat Kampanye Pilpres, Tak Sesuai Harapan Buruh di UU Cipta Kerja

Eko Patrio Sebut Ariel Lebih Memilih Mantan Kekasih, Luna Maya : Kan Belum Tentu Mantannya Saya

Setelah diinterogasi, Narji ternyata masih menyimpan 17 kilogram sabu di Hotel Swissbell, Medan. Sabu di dua tempat tersebut dibungkus dalam kemasan teh berwarna hijau.

Berdasarkan keterangan polisi, tersangka menjadikan kamar hotel sebagai gudang sementara. Tersangka berpindah dari satu hotel ke hotel lain.

ILUSTRASI Kapolda Jambi, Irjen Pol Firman Shantyabudi saat press rilis kasus penangkapan tersangka pemilik 41 kg sabu.
ILUSTRASI Kapolda Jambi, Irjen Pol Firman Shantyabudi saat press rilis kasus penangkapan tersangka pemilik 41 kg sabu. (Tribunjambi/Aryo Tondang)

Krisno menuturkan, awalnya Narji direkrut saat ia menjadi anggota geng motor dan mengikuti balapan liar. Narji direkrut tersangka JN yang kini masih diburu polisi.

Menurut pengakuan Narji, ia sudah mengirim sabu sebanyak lima kali sejak Juli-September 2020. Pengiriman kelima merupakan aksinya sebelum tertangkap. Daerah tujuan pengiriman antara lain ke Surabaya dan Banjarmasin.

Total sabu yang dia bawa ke dua kota itu sebanyak 84 kilogram sabu. Jika diakumulasi, upah yang ia dapat dari pengiriman tersebut sebesar Rp 196 juta.

Siapa 9 Naga Orang Terkaya di Indonesia dan Pengaruhnya yang Sangat Besar

Ariel NOAH, Raffi dan Nagita Beserta Musisi Lainnya Menyumbang Untuk Crew Band Indonesia

Ketua Relawan Jokowi Bersatu Gigit Jari, Dewan Pers Anggap Najwa Shihab Tidak Melanggar Kode Etik

Menurut Krisno, dalam menjalankan aksinya, Narji menggunakan identitas palsu. “Dia menggunakan beberapa KTP dan SIM palsu. Dan kami sedang meneliti apakah semua KTP ini sudah digunakan,” ucapnya.

Polisi menduga, Narji menjadi kurir narkoba karena motif ekonomi. “Dia sebelumnya anak yang suka balap motor, jadi faktor ekonomi menjadi faktor utama sehingga dia mudah dan mau untuk direkrut menjadi kurir narkoba,” tutur Krisno.

Tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika subsider Pasal 112 ayat 92) UU Narkotika.

Ancaman hukuman maksimalnya hukuman mati. Polisi pun masih mengembangkan kasus ini sekaligus memburu pelaku lain. Aparat masih memburu orang yang mengendalikan Narji bernama Pablo, orang yang membeli tiket dan memesan hotel bernama Under_Armour, serta pemberi gaji bernama Kakuzu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi Tangkap Anggota Geng Motor Kurir Narkoba, Barang Bukti 40 Kilogram Sabu",

Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved