Senin, 13 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Penanganan Covid

Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 Terus Meningkat, Begini Kondisinya Sekarang

Memasuki bulan ke-delapan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia menunjukkan hasil pencapaian positif.

Editor: Duanto AS
tribunjambi/hendro sandi
Ilustrasi Virus Corona 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Angka kesembuhan pasien covid-19 disebut terus meningkat. Rumah Sakit Darurat yang menampung pasien pasien yang terpapar virus corona pun disebut turun.

Benarkah ada tanda positif covid-19 segera berlalu? Begini faktanya.

Memasuki bulan ke-delapan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia menunjukkan hasil pencapaian positif.

"Rasio sembuh terhadap total kasus ini (pekan ke-1 Oktober) meningkat dibandingkan pekan sebelumnya (pekan ke-4 September) yang tercatat pada angka 73,77%," jelas Reisa dalam jumpa pers perkembangan penanganan Covid-19 di Kantor Presiden, Senin (5/10/2020).

Pemakaian Masker Bukan Segalanya untuk Cegah Virus Covid-19, Perlu Dibarengi Hal Lainnya Juga

Ini Alasan Polisi Tolak Laporan Relawan Jokowi terhadap Najwa Shihab Soal Wawancara Kursi Kosong

Siapa Sebenarnya Letda Deny Adriani? 18 Tahun Tak Pulang Kampung, KSAD Andika Perkasa Beri Hal Ini

Adapun jumlah pasien sembuh per 5 Oktober 2020 adalah sebanyak 232.593 kasus.

Sedangkan kasus aktif tercatat ada 63.274 kasus. Dan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 307.120 kasus.

Jumlah kasus meninggal sebanyak 11.253 kasus.

Rasio kematian dengan total kasus atau case fatality ratio adalah 3,67%.

"Angka kematian tersebut turun dibandingkan satu Minggu sebelumnya yaitu 3,77%. Sekali lagi terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pencapaian ini," ungkap Reisa mengapresiasi.

dr Reisa Broto Asmoro
dr Reisa Broto Asmoro (Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S)

Strategi 3T
Pemerintah kata Reisa sudah menerapkan berbagai strategi untuk melandaikan kurva kasus Covid-19 dari bulan ke bulan.

Strateginya dengan 3T yaitu testing, tracing dan treatment.

Dalam testing, per harinya sudah mampu mencapai 40 ribu orang diperiksa spesimennya di lebih dari 340 laboratorium.

Upaya tracing menemukan sekitar 140 ribu orang suspek setiap harinya.

"Selain 3T, masih ada rumus lain, ingat memakai masker, menjaga jarak dan jauhi kerumunan dan mencuci tangan dengan baik dan benar," tuturnya.

Petugas Uji Klinis Vaksin Covid-19 mengenakan APD saat akan melakukan proses penyuntikan vaksin kepada relawan di Puskesmas Garuda, Jalan Dadali, Kota Bandung, Jumat (14/8/2020). Penyuntikan vaksin Covid-19 buatan China tersebut serentak dilakukan kepada 100 orang relawan di lima lokasi berbeda di Kota Bandung, yakni di Balai Kesehatan Unpad, Puskesmas Garuda, Puskesmas Sukapakir, Puskesmas Dago, dan Puskesmas Ciumbuleuit. Penyuntikan vaksin dilakukan setelah para relawan menjalani pemeriksaan spesimen usap pada kunjungan pertama dan hasilnya menunjukkan tidak terinfeksi virus corona penyebab Covid-19. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Petugas Uji Klinis Vaksin Covid-19 mengenakan APD saat akan melakukan proses penyuntikan vaksin kepada relawan di Puskesmas Garuda, Jalan Dadali, Kota Bandung, Jumat (14/8/2020). Penyuntikan vaksin Covid-19 buatan China tersebut serentak dilakukan kepada 100 orang relawan di lima lokasi berbeda di Kota Bandung, yakni di Balai Kesehatan Unpad, Puskesmas Garuda, Puskesmas Sukapakir, Puskesmas Dago, dan Puskesmas Ciumbuleuit. Penyuntikan vaksin dilakukan setelah para relawan menjalani pemeriksaan spesimen usap pada kunjungan pertama dan hasilnya menunjukkan tidak terinfeksi virus corona penyebab Covid-19. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

Skenario Vaksinasi
Selain itu pemerintah juga sedang menyiapkan program vaksinasi secara bertahap untuk melindungi masyarakat.

Dalam catatan sejarah dunia, Reisa menceritakan suksesnya vaksinasi berdampak terhadap terkendalinya, bahkan hilangnya penyakit menular.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved