Positif Corona Jambi Tambah 13 Orang

Dampak Covid-19 Warga Seberang Jarang Bepergian, Ojek Ketek Jadi Sepi Penumpang

Hal ini membuat roda perekonomian semakin terpuruk. Ojek ketek di Kota Jambi pun terkena imbasnya.

Penulis: Monang Widyoko | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/widyoko
Ojek ketek di Taman Sanggar Batik, Pelayangan, Seberang Kota Jambi mengeluh kondisi pandemi ini membuat pendapatannya menurun. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kondisi Covid-19 di Kota Jambi tak kunjung membaik. Malah saat ini jumlah pasien corona semakin bertambah.

Hal ini membuat roda perekonomian semakin terpuruk. Ojek ketek di Kota Jambi pun terkena imbasnya.

Seperti yang dirasakan Ibrahim (60) yang kesehariannya sebagai ojek ketek di Taman Sanggar Batik, Pelayangan, Seberang Kota Jambi. Ia mengeluhkan kondisi pandemi ini membuat pendapatannya menurun.

"Dulu sebelum corona setiap hari ramai. Sekarang susah, orang Seberang (Seberang Kota Jambi) sudah jarang main ke pasar (Pasar Jambi)," ungkapnya saat ditemui di satu pangkalan ketek di Taman Sanggar Batik, Sabtu (3/10/2020).

Amien Rais Dirikan Partai Ummat, Ini Daftar Petinggi PAN yang Pindah Gerbong, Siapa Saja?

Kapolda Jambi Sambangi Pengajian Anak Panti Di Mesjid Baiturrahman Polresta Jambi

Mantan Bos Agum Gumelar di Intelijen, Ali Moertopo Cetak Para Jenderal Andalan Indonesia

Ia berpendapat akibat corona ini warga Seberang jarang berpergian ke Pasar Jambi karena kondisi ekonomi.

"Pertama orang pasti takut ke sana. Karena corona. Lalu juga kalau ke pasar untuk belanja dan jalan-jalan, orang pasti memikirkan perut dulu baru kebutuhan lain. Lihat kondisi ekonomi seperti ini," tambahnya.

Kemudian juga anak-anak yang tidak lagi belajar di sekolah pun turut menjadi penyebab.
"Nah anak sekolah itu setiap hari pasti ada jadi penumpang ojek ketek waktu sebelum corona. Lah sekarang mereka belajar di rumah," katanya lagi.

Sebelum corona, ia mengatakan bahwa dirinya mampu meraup Rp 200 ribu - Rp 300 ribu per harinya.

"Sekarang pendapatannya tidak menentu. Kadang Rp 70 ribu, kadang Rp 100 ribu. Kalau lagi tidak ada ya hanya Rp 50 ribu," bebernya.

Namun dari semua itu Ibrahim masih bersyukur, karena dirinya masih sehat dan masih dapat bekerja.

"Walaupun tidak seramai dulu, tapi setidaknya saya masih dapat menghasilkan rezekilah. Semoga keadaan Jambi lekas pulih, agar ojek ketek ramai penumpang lagi," tutup Ibrahim kepada Tribun Jambi.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved