Jawaban Kapolres Blitar Setelah AKP Agus Hendro Mundur Dari Polri Karena Tak Kuat Jadi Bawahannya

Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus Hendro Tri Susetyo mundur dari anggota Polri.

Editor: Rahimin
KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZAL
Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus Hendro Tri Susetyo menunjukkan surat pengunduran diri dari kepolisian, Kamis (1/10/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM - Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus Hendro Tri Susetyo mundur dari anggota Polri.

Ia mengaku tidak tahan dengan perlakuan Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya.

Pria yang sudah mengabdi selama 27 tahun di instansi Polri ini tidak dapat menerima perlakuan Ahmad yang kerap memakinya dengan sebutan binatang dan ucapan tidak pantas lainnya.

Agus juga melaporkan Ahmad Fanani ke Polda Jatim atas dugaan aksi pembiaran judi sabung ayam dan penambangan liar di wilayah Kabupaten Blitar.

UPDATE Kasus Positif Covid-19 Hampir Tembus 300.000 Orang, Kota Jambi Masih 134 Kasus Positif

AKP Agus Hendro Mundur dari Anggota Polri, Mohon Maaf Kepada Istri, Kita Bisa Makan Dengan Garam

Mantan Calon Wakil Presiden Ini Jadi Juru Kampanye Gibran dan Teguh di Pilkada Solo

Terkait tudingan itu, Ahmad mengatakan bahwa teguran yang dialamatkan kepada anak buahnya masih dalam batas kewajaran.

Saat itu Ahmad menegur anggota Sabhara yang berambut panjang. Namun, Agus membela anak buahnya.

"Saya sempat tegur dia karena ada anak buahnya yang berambut panjang, lalu dia tidak terima dan menyebut saya arogan," kata Ahmad saat dikonfirmasi, Kamis (1/10/2020).

Dia balik menuding anak buahnya itu tidak masuk dinas sejak 21 September 2020.

"Saya serahkan sepenuhnya kepada Polda Jatim terkait pelanggaran yang dilakukan anak buahnya. Perwira penanganannya langsung oleh Polda Jatim termasuk apa sanksinya," jelas Ahmad.

Mengenai adanya laporan pembiaran tambang pasir, Fanani menjelaskan kalau pihaknya bukan membiarkan.

Sejak Luhut Pimpin Penanganan Covid-19, Kasus Aktif di 10 Provinsi Diklaim Menurun

Kejanggalan Bentuk Payudara Maria Vania Disinggung Sosok Ini, Bantah Jika Dioperasi: Emg Mau Pegang!

Cai Changpan Selama 8 Bulan Gali Lobang di Bawah Tempat Tidur Untuk Lari dari Lapas Tangerang

Tambang yang dimaksud adalah milik warga setempat sehingga dia tidak mau menindaknya. Ahmad menyebut hal itu bertentangan dengan kemauan Agus.

"Ya, Pak Kasat Sabhara mau menambang, tapi tidak direstui warga, makanya dia seperti itu (minta ditindak). Masyarakat membuat kegiatan itu untuk pangannya dia, bukan untuk bisnis. Anaknya (Kasat Sabhara) mau menambang juga tidak diterima,” katanya dikutip dati Antara.

Adapun Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Timur turun tangan menangani polemik antara Agus dengan Ahmad Fanani.

"Akan diturunkan Paminal (Pengamanan Internal) ke Blitar untuk klarifikasi kasus tersebut. Tentunya nanti yang bersangkutan dan Kapolres Blitar akan dimintai keterangan, termasuk anggota lainnya yang mengetahui kejadian dimaksud," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono ketika dihubungi. (Kontributor Surabaya, Achmad Faizal)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Jawaban Kapolres Blitar Dituding Maki Kasat Sabhara dan Biarkan Penambangan Liar",

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved