Tragedi G30S PKI
Anak Jenderal Ahmad Yani Bongkar Satu Peristiwa yang Tak Ditampilkan di Film G30S PKI, Ini Kisahnya
Dia mengungkapkan, mengatakan ada sejumlah peristiwa jelang Hari Kesaktian Pancasila itu yang tak ditampilkan di Film Pengkhiatanan G30S/PKI.
Menurut Untung kala itu sempat terjadi peristiwa tarik-menarik.
• Datang ke Ponpes Al Ikhlas Bungo, Al Haris Minta Didoakan KH Imam Khusairi
• Kejanggalan Pernikahan Elly Sugigi, Baru Akad Nikah dengan Aher Namun Sudah Ngaku Ngidam, Kok Bisa?
• UPDATE Kasus Covid-19 di Jambi, Bulan September Bertambah 211 Kasus
• Anggota Polda Jambi Meninggal Akibat Covid-19, Sempat Dirawat Dua Minggu
"Waktu bapak diseret dari ruangan makan, dan kami mengikuti semua dari belakang," kata Untung.
Saat ingin menyusul Jenderal Ahmad Yani keluar rumah, Untung menjelaskan Pasukan Cakrabirawa mengacungkan senjatanya.
Mereka mengancam akan menembak anak-anak Jenderal Ahmad Yani, jika berani melangkahkan kaki keluar dari rumah.
"Dua yang di belakang itu pintu kamar mereka dipegang oleh anggota Cakrabirawa, supaya tidak bisa keluar," ujar Untung.
"Saat kami di pintu belakang, salah satu Cakrabirawa sudah siap dengan senjatanya,"
"Dan membentak kami, "kalau keluar akan ditembak," itu memang begitu,"
"Ada yang tidak terfilmkan," imbuhnya.
Walau saat peristiwa berdarah itu terjadi dirinya masih berusia 11 tahun, Untung mengaku masih bisa mengingat semuanya dengan detail.
Ia mengatakan kenangan buruk tersebut tak akan pernah bisa melupakannya sampai menutup mata.
"Sampai saya menutup mata," ucap Untung.
"Ya itulah yang terjadi di rumah, kalau di lubang buaya juga ada saksinya," imbuhnya.
• Diberi Nasihat Netizen, Begini Reaksi Rizki DA Jawab Isu Nadya Hamil Duluan Sebelum Nikah dengannya
• VIDEO Erick Thohir Ngaku Tak Bahagia Jadi Menteri BUMN, Blak-blakan Ungkap Gaji Rp19 Juta
• Mata Najwa Malam Ini Live Streaming Trans 7 Mendadak Bahas Pilkada 2020, Ada Apa? Gara-gara Terawan?
Ditonton 699.282 Orang di Bioskop
Diberitakan Harian Kompas, Senin (31/12/1984), menurut data PT Perfin yang dibeberkan direktur utama Zulharmans penonton film ini mencapai 699.282 penonton.
Kemudian film itu mulai muncul di televisi nasional pada 1985 bertepatan dengan peristiwa 30 September.
Selain itu juga menjelang Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober.