Jadi Lagu Menyeramkan, Keluarga Pencipta Genjer-genjer Hidup Dalam Kesengsaraan Setelah G30S PKI
Dalam adegan tersebut, para gerwani kemudian menyileti wajah para jenderal diselingi nyanyian Genjer-genjer.
Genjer-genjer mlebu kendhil wedang gemulak
Setengah mateng dientas ya dienggo iwak
Sego sak piring sambel jeruk ring pelanca
Genjer-genjer dipangan musuhe sega
• Kebiasaan Cut Syifa Usai Bangun Tidur Dibongkar Angela Gilsha, Ketahuan Lakukan Ini saat Serumah
Artinya dalam bahasa Indonesia kira-kira sebagai berikut.
Ibu si gadis membeli genjer sembari membawa wadah-anyaman-bambu
Genjer-genjer sekarang akan dimasak
Genjer-genjer masuk periuk air mendidih
Setengah matang ditiriskan untuk lauk
Nasi sepiring sambal jeruk di dipan
Genjer-genjer dimakan bersama nasi
Lagu Genjer-genjer menjadi populer setelah dinyanyikan Bing Slamet.
Karena begitu populer, PKI lantas memanfaatkan lagu ini untuk berkampanye.
Saking seringnya lagu ini dinyanyikan PKI dan simpatisannya, tak ayal Genjer-genjer jadi lekat dengan partai komunis tersebut.
Setelah G30S pecah dan PKI dinyatakan sebagai partai terlarang, Genjer-genjer juga ikut dimasukkan sebagai lagu terlarang di Indonesia oleh Orde Baru.
NESTAPA KELUARGA PENCIPTA LAGU
Setelah terjadinya konflik politik yang berujung terjadinya Gerakan 30 September (G30S) 1965, Muhammad Arief sang pencipta lagu menghilang.
Seperti dilansir Kompas.com (30/9/2014), keluarga Arief hidup dalam penderitaan karena dicap PKI.
Sinar Syamsi , anak dari Muhammad Arief, mengisahkan, setelah rumah ayahnya di Jalan Kyai Shaleh Nomor 47, Kelurahan Temenggungan, Banyuwangi, dihancurkan oleh massa pada 30 September 1965, Muhammad Arief pamit keluar rumah.
Belakangan diketahui, ayahnya ditangkap Corps Polisi Militer (CPM).
Syamsi bersama Suyekti, ibunya, kemudian membakar buku-buku bacaan yang berbau aliran kiri milik ayahnya.
• Ibunda Sule Menangis Saat Melihat Nathalie Holscher, Sosok Ini Ungkap Rencana Pernikahan
Dia bersama ibunya juga sempat menjenguk Muhammad Arief di Markas CPM.
"Bapak ditahan tentara, dan itu terakhir saya bertemu dengan dia. Sempat dengar, katanya bapak dipindah ke Kalibaru, dan dengar lagi bapak sudah dipindah ke Malang," urainya.