Rabu, 29 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kisah Militer RI

Penjajah Belanda Pernah Diteror Den Harin, Satuan Elite Penjaga Terakhir Soekarno yang Misterius

Penjajah Belanda Pernah Diteror Den Harin, Satuan Elite Penjaga Terakhir Soekarno yang Misterius

Tayang:
Editor: Andreas Eko Prasetyo
Istimewa
(ILustrasi) - Cakrabirawa, pasukan khusus yang memiliki tugas mengawal Presiden Soekarno 

TRIBUNJAMBI.COM - Kisah satu ini nyata adanya, namun masih menjadi misteri. Semua soal satuan Detasemen Harimau atau Den Harin.

Satuan itu merupakan pasukan elite penjaga Presiden Soekarno yang masih jadi misteri. Pasalnya tak banyak yang tahu kekuatan pasti pasukan khusus yang disebut lebih kuat dari Kopassus itu.

Semua cerita berawal dari Presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno yang selalu berhasil meninggalkan cerita mengesankan hingga saat ini menarik untuk diulas.

Satu contohnya adalah cerita penjaga terakhir Soekarno yang jarang terekspos.

Pasukan Den Harin ternyata sangat terkenal saat zaman Soekarno menjabat sebagai Presiden Indonesia saat itu.

erikut cerita lebih lengkapnya, seperti dikutip dari Tribun Jambi.

tribunnews

Aksi pasukan Den Harin sangat ditakuti seperti halnya pasukan elite saat ini, Kopassus.

Sebelumya, Presiden Soekarno lakukan Proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945, namun hal ini sulit untuk dilihat oleh masyarakat.

Khususnya oleh rakyat Sulawesi Selatan karena masih jarang yang memiliki radio.

Oleh karena itu, pasukan NICA dan KNIL yang sudah dibebaskan oleh pasukan Jepang dari tahanan memanfaatkan situasi minimnya informasi di Sulawesi Selatan itu untuk mengambil alih kekuasaan.

Pasukan NICA dan KNIl yang dengan cepat melakukan konsolidasi itu langsung memiliki pengaruh karena didukung persenjataan hasil rampasan dari pasukan Jepang yang sudah menyerah kepada Sekutu.

tribunnews
ILUSTRASI pasukan

Reaksi Mengejutkan Dewi Perssik Terima Nafkah Pertama dari Sang Suami Angga Wijaya Rp 3.5 Juta

LINK Situs Baca Manga One Piece Chapter 991 Sub Indonesia, Bajak Laut Topi Jerami Vs King dan Queen

Kisah Jeng Minah Gagal Nikah karena Rumah Pacar Hadap Utara setelah Hitungan Weton

Pada 24 September 1945, pasukan Sekutu (Australia-Belanda) mendarat di Makassar untuk melaksanakan misi pembebasan tawanan pasukan Belanda yang ditahan Jepang sekaligus melucuti persenjataan pasukan Jepang.

Pasukan Sekutu itu selain membawa pasukan Belanda juga membekali diri dengan “surat sakti”, yakni Perjanjian Postdam yang ditandatangani pada 26 Juli 1945.

Isi perjanjian Postdam itu menyatakan bahwa “wilayah yang diduduki musuh” (occupied area) harus dikembalikan kepada penguasa semula."

Jika isi perjanjian itu dikaitkan dengan Indonesia, berarti pasukan Jepang harus mengembalikan Indonesia kepada Belanda.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved