Tragedi G30S PKI
Cerita Saimi, Saksi Hidup Kekejaman G30S PKI, Sampai Turut Serta Bangun Monumen Bersejarah Ini
Cerita Saimi, Saksi Hidup Kekejaman G30S PKI, Sampai Turut Serta Bangun Monumen Bersejarah Ini
TRIBUNJAMBI.COM, MAKASAR - Kisah kekejaman dari Tragedi Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (PKI) masih terus diingat warga Indonesia setiap mendekati akhir bulan September.
Meski sudah terjadi 55 tahun yang lalu, tragedi G30S PKI masih teringat jelas bagi warga di tanah air.
Satu saksi sejarah kelam itu adalah Saimi (74) yang turut berkontribusi membangun Monumen Pancasila Sakti, Jakarta Timur.
• Letkol Untung Syamsuri, Disebut Otak di Lapangan Tragedi G30S PKI, Benar Orang Dekat Soeharto?
• Bantah Pergantiannya Sebagai Panglima TNI Karena Nobar G30S/PKI, Gatot Nurmantyo Itu Persepsi Publik
• 5 Versi Dalang G30S - Versi Soekarno, PKI, Letjen Soeharto, Konflik AD atau CIA? Disembunyikan Orba?
Rambut yang memutih, semakin memperjelas usianya yang sudah senja.
Di antara rekan sebayanya, hanya Saimi yang masih hidup tapi kondisinya tetap bugar.
Tak heran, sosok Saimi banyak disegani dan dituakan oleh masyarakat sekitar Jalan Kerja Bakti, Makasar, Jakarta Timur.
Menjadi tokoh yang dituakan, Saimi memiliki segelintir cerita ketika dirinya masih muda.
Rupanya, cerita yang masih membekas ialah perihal Partai Komunis Indonesia (PKI).
Menurut dia, suasana zaman PKI masih sangat jelas di ingatannya, bahkan bulu kudunya merinding ketika mengenangnya.
"Dulunya ya di sini itu masih pepohonan, seperti pohon karet dan lain sebagainya yang besar-besar."
"Rumah itu jarang bahkan satu kampung bisa dihitung berapa jumlah orangnya," katanya di Jakarta Timur, Kamis (30/1/2020).
Lokasi yang masih gelap ketika malam hari selanjutnya dimanfaatkan oleh para PKI untuk menghasut warga sekitar agar ikut bergabung bersama mereka.
• Sidang PBB Jadi Arena Adu Argumen Donald Trump dan Xi Jinping, Sekjen PBB: Lahir Perang Dingin Baru
• Gatot Nurmantyo: Dulu Diangkat Jadi Panglima TNI, Sekarang Doyan Kritik Jokowi, Ada Apa?
• Harga Sawit Naik, Ini Daftar Harga TBS di Jambi Minggu Ini, Hampir Rp 2.000 Per Kilogram
Saimi mengaku berulang kali mendapatkan ancaman dari para anggota PKI.
"Yang jelas PKI itu selalu ngajak kita bergabung dan saya juga ditawari. Saya jawab enggak mau.
"Lalu mereka mengancam saya enggak akan punya teman. Saya bilang enggak apa-apa karena kala itu saya kerja di pabrik sepatu," sambungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20092017_film-g30spki_20170920_213602.jpg)