Rabu, 8 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

VIDEO Donald Trump Dapat Kiriman Amplop Beracun

Amplop itu dialamatkan ke Gedung Putih, seperti diberitakan Kompas.com dari The New Daily, Minggu (20/9/2020).

Editor: Rian Aidilfi Afriandi

TRIBUNJAMBI.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendapat kiriman amplop yang telah diberi racun.

Amplop itu dialamatkan ke Gedung Putih, seperti diberitakan Kompas.com dari The New Daily, Minggu (20/9/2020).

Amplop beracun itu diyakini berasal dari Kanada.

VIDEO 4 Pria Iran Dijatuhi Hukuman Potong Jari Gara-gara Mencuri

Pilkada 2020 Ditunda atau Lanjut? Subhan: Kami Tunggu Keputusan KPU RI

Usianya Sudah 48 Tahun Elly Sugigi Pamer Berondong Tampan, Begini Foto Kedekatannya!

Beruntung Donald Trump belum menerima amplop tersebut, sehingga nyawanya sama sekali tak terancam.

Barang itu ditemukan dalam fasilitas pemerintah yang menyaring semua surat yang dialamatkan ke Gedung Putih.

Berdasarkan hasil investigasi, amplop terbukti mengandung racun ricin yang diekstrak dari biji jarak.

Pejabat pemerintah AS mengatakan racun ricin telah digunakan dalam berbagai upaya pembunuhan dan insiden terorisme.

Penyelidik federal segera melakukan penyelidikan untuk mencari tahu dari mana amplop itu berasal dan siapa yang mengirimkannya.

Biro Investigasi Federal ( FBI), Dinas Rahasia AS, dan Dinas Inspeksi Pos AS akan memimpin penyelidikan terhadap amplop tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, FBI menyatakan bahwa para agen sedang bekerja untuk menyelidiki surat mencurigakan yang diterima di fasilitas penyaring surat milik pemerintah AS.

FBI menambahkan bahwa tidak ada ancaman yang diketahui terhadap keselamatan publik.

Ada banyak insiden yang melibatkan amplop berisi racun ricin yang dialamatkan kepada pejabat AS.

Pada 2018, seorang pria dari Utah, William Clyde Allen III, didakwa karena membuat ancaman terkait racun ricin, termasuk mengirimkan ancaman kepada Trump dan Direktur FBI Christopher Wray.

Hingga sekarang, Allen masih mendekam di dalam selnya.

Pada 2014, seorang pria dari Mississippi dijatuhi hukuman 25 tahun penjara setelah mengirim surat yang ditaburi ricin kepada mantan Presiden AS Barack Obama dan pejabat lainnya.

Sumber: TribunnewsWiki
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved