Breaking News:

Pemerintah Tanjabtim Waspadai Ancaman Abrasi di Wilayah Pesisir

Selain banjir, wilayah Tanjabtim juga rawan abrasi di musim penghujan. BPBD mencatat beberapa wilayah masuk kategori rawan abrasi.

Tribunjambi/Abdullah Usman
Abrasi di Kelurahan Simpang. Wilayah tersebut menjadi rawan abrasi mengingat lokasi merupakan pertemuan tiga aliran sungai . 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Selain banjir, wilayah Tanjabtim juga rawan abrasi di musim penghujan. BPBD mencatat beberapa wilayah masuk kategori rawan abrasi.

Kepala BPBD Tanjabtim Jakfar menuturkan, untuk bencana selain banjir memang ada beberapa bencana lain yang harus diwaspadai di Tanjabtim, salah satunya bencana abrasi.

Mengingat beberapa wilayah di Kabupaten Tanjabtim, memiliki sebaran penduduk yang tinggal di pinggiran air Sungai Batanghari (DAS), yang tidak menutup kemungkinan rawan abrasi.

"Kalau untuk bencana longsor di Tanjabtim tidak ada, kalau abrasi memang ada beberapa daerah yang masuk rawan," jelasnya.

KPU Tanjabtim Terima Berkas Perbaikan Masing Paslon, 22 September Penentuan Berkas Calon

Dinas Kesehatan Temukan 100 Pasien Baru Postitif TBC di Tanjabtim

BREAKING NEWS Kondisi Fasha Memburuk Alami Penurunan Fisik, Walikota Jambi Positif Corona

Diantaranya desa yang berpotensi abrasi tadi Desa Sungai Rambut, Kelurahan Simpang, untuk wilayah pantai diantaranya Desa Pangkal Duri, dan Simbur Naik.

"Daerah tadi berpotensi terjadinya abrasi. Tapi kalo longsor tidak ada," tambahnya.

Selain itu bagi masyarakat yang sadar wilayahnya rawan abrasi untuk tetap waspada, dan segera melakukan evakuasi mandiri saat musim banjir.

Terpisah Camat Berbak M Yani, saat dikonfirmasi tribunjambi.com mengatakan, dirinya tidak memungkiri jika abrasi memang mulai mengancam warga. Tentunya selain dampak banjir memang lokasi tersebut merupakan lokasi pertemuan beberapa aliran sungai yang cukup berpotensi menimbulkan abrasi.

"Sebenarnya abrasi tersebut sudah terjadi sejak tahun lalu, kita bersama pemerintah setempat dan polsek sudah turun mengecek. Ada sekitar 20 meter tanah yang amblas (abrasi) dengan kedalaman 6-7 meter dan kita juga sudah laporkan ke PU Kabupaten ," ujarnya.

"Selain itu saya juga sudah sampaikan hal ini ke Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati, kita berharap dapat segera mendapat penanganan," tambahnya. (usn)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved