Jembatan Ambruk Diterjang Luapan Sungai, Warga Laskara Amuntai di Jambi Terisolasi
Puluhan warga di Perumahan Laskara Amuntai, Rt 11, Alam Barajo, Kota Jambi terisolasi, akibat jembatan menjadi akses utama putus.
Penulis: Aryo Tondang | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI- Puluhan warga di Perumahan Laskara Amuntai, Rt 11, Alam Barajo, Kota Jambi terisolasi, akibat jembatan menjadi akses utama putus, Selasa (15/9) sekira pukul 10.00 WIB.
Jembatan tersebut putus setelah diterjang luapan sungai, akibat hujan lebat Minggu sore kemarin.
Akibatnya, warga yang tinggal di perumahan tersebut kesulitan untuk mencari akses keluar.
"Saya juga masih bingung, ini lagi mencari jalan keluar, katanya dari perumahan sebelah bisa, tapi jalan tikus," kata Nina, warga di perumahan tersebut saat ditemui di lokasi, Rabu (16/9) pagi.
Tidak jauh dari perumahan tersebut, terdapat jalan setapak yang terhubung ke perumahan lainnya. Namun, kondisi jalan yang masih rawa dan licin memaksa warga harus lebih berhati-hati.
• Pengumuman Kelulusan CPNS Sarolangun Tunggu Panselnas
• Lampu Merah di Kota Jambi Banyak Rusak, Saleh Ridho: Kami Akan Segera Perbaiki
• Bahan Tiga Paslon Tanjabbar Sudah Dilengkapi, KPU Lanjutkan Verifikasi Berkas
Jembatan yang ambrol tersebut merupakan jembatan kayu, sebagai akses sementara, sebelum jembatan permanen atau beton yang berada di sebelahnya selesai diperbaiki pengelola perumahan.
Nani menjelaskan, jembatan permanen tersebut juga ambrol, sekira tiga bulan yang lalu. Namun sampai kini tidak kunjung diperbaiki.
"Yang sebelah ini, sudah lama ambrol, putus pas lagi proses pengecoran. Sudah itu, belum lagi selesai diperbaiki, jembatan kayu ini putus lagi," papar Nani.
Sejumlah pedagang dan warga yang belum mengetahui kejadian tersebut terpaksa memutar balik dan mencari akses lain untuk keluar perumahan.
Namun, ada juga pedagang yang berjalan kaki nekat melalui jembatan tersebut.
Pengawas Perumahan Laskara Amuntai, Aam menuturkan, hingga saat ini, dirinya masih berkordinasi dengan pimpinan, terkait kejadian tersebut.
Dia mengatakan, masih menanti perintah dari pimpinan perusahaan atau perumahan.
"Saya masih kordinasi sama pimpinan pak, untuk perbaikan dan segala macamnya, masih menunggu perintah kita," papar Aam, saat ditemui di lokasi.
Dia mengatakan, perumahan tersebut telah dihuni oleh 11 keluarga. "Sekarang ini ada 11 kepala keluarga," tutupnya.