Berita Nasional

13 Fakta dari Bunga Edelweis, Bunga Abadi yang Tumbuh di Gunung dan Dilarang Untuk Dipetik

Bunga Edelweis atau Anaphalis Javanica merupakan satu tumbuhan endemik yang tumbuh di daerah pegunungan di Indonesia.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
ist
Bunga Edelweis 

TRIBUNJAMBI.COM - Bunga Edelweis saat ini tengah jadi sorotan, bahkan masuk daftar pencarian terbanyak di Google hari ini hingga masuk Google Trends, Rabu (16/9/2020).

Bunga Edelweis atau Anaphalis Javanica merupakan satu tumbuhan endemik yang tumbuh di daerah pegunungan di Indonesia.

Meski banyak tumbuh di gunung, namun Bunga Edelweis dilarang dipetik apapun alasannya.

Tak heran, karena bunga yang memiliki kelopak berwarna putih ini berperan penting dalam menjaga ekosistem lingkungan di sekitarnya.

Selain itu, masih ada beberapa hal tentang bunga edelweis yang harus diketahui.

Kenapa Bunga Edelweis di Gunung Tidak Boleh Dipetik, Ini Penjelasannya dan Aturan Lengkapnya

Download Lagu MP3 Spesial DJ Remix Full Bass Terbaru 2020, Ada Video DJ Slow, DJ Breakbeat & DJ Opus

Viral Surat Bersih Diri dari Peristiwa G30S PKI Ditemukan di Bekas Bungkus Bawang, Ini Faktanya

Bunga edelweis
Bunga edelweis (anggaranggana.wordpress.com)

Berikut 12 fakta yang Tribunjambi.Com kutip dari TribunTravel.com mengenai Bunga Edelweis yang wajib diketahui sebelum melihatnya secara langsung di gunung.

1. Ditemukan pertama kali oleh naturalis Jerman

Edelweis pertama kali ditemukan oleh naturalis asal Jerman bernama Georg Carl Reinwardt pada 1819.

Bunga ini ditemukan pertama kali di lereng Gunung Gede, Jawa Barat.

2. Disebut bunga abadi

Bunga Edelweis disebut-sebut sebagai bunga abadi, karena bunga ini bisa tumbuh selama 10 tahun.

Hal ini karena edelweis memiliki hormon yang bisa mencegah kerontokan kelopak bunga.

3. Tumbuh di beberapa gunung di Indonesia

Bunga Edelweis tumbuh di tanah dengan ketinggian lebih dari 2.000 mdpl.

Tak heran jika bunga berkelopak putih ini banyak ditemukan di sejumlah gunung di Indonesia.

Di antaranya Gunung Merbabu, Pangrango, Lawu, Semeru, Rinjani, dan sebagainya.

iPad Air 4 Baru Diluncurkan Apple, Perangkat Pertama dengan Chip Apple A14 Bionic

Raffi Ahmad Pergoki Barbie Kumalasari Saat Datangi Hotel Mewah, Suami Nagita Slavina Mendadak Kaget

1 Peserta Tidak Hadir, 249 Orang Ikut Tes SKB CPNS Sarolangun di Kota Jambi

Hamparan tanaman edelweis di Lembah Mandalawangi Gunung Pangrango, Jawa Barat, Minggu (6/12/2015).
Hamparan tanaman edelweis di Lembah Mandalawangi Gunung Pangrango, Jawa Barat, Minggu (6/12/2015). (KOMPAS/HARRY SUSILO)

4. Mekar saat akhir musim hujan

Bunga Edelweis biasanya mekar pada periode April hingga Agustus setiap tahunnya.

Terutama saat-saat di mana musim hujan telah berakhir.

5. Tinggi bisa mencapai 8 meter

Umumnya bunga edelweis memiliki batang setinggi 1 meter.

Namun pada keadaan tertentu tumbuhan ini bisa mencapai tinggi 8 meter.

6. Mampu bertahan di tanah tandus

Meskipun hidup di pegunungan, namun edelweis mampu bertahan dalam keadaan tanah yang tandus.

Karena Edelweis mampu membentuk mikoriza yang dapat memperluas kawasan yang dijangkau oleh akar-akarnya dan meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara.

7. Populasinya berkurang

Meski disebut bunga abadi, namun saat ini populasi bunga edelweis semakin berkurang.

Pada 1988, terdapat 636 batang yang tercatat telah diambil dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, yang merupakan salah satu tempat perlindungan terakhir bunga edelweis.

Kasus pemetikan bunga edelweis di gunung bahkan terjadi beberapa kali pada 2017 dan 2018.

Pendaki yang mencabut bunga edelweis di Gunung Rinjani
Pendaki yang mencabut bunga edelweis di Gunung Rinjani (TribunStyle/Kolase)

Pada Juli 2017, lima pendaki mencabut bunga edelweis di Gunung Rinjani.

Sementara tahun lalu, pendaki asal Batang juga terciduk mencabut bunga edelweis di Gunung Merbabu.

8. Razia di gunung

Dahulu, saking banyaknya pendaki yang memetik edelweis, beberapa gunung mengadakan razia terhadap pendaki.

Saat itu, petugas berjaga di pos pendakian dan merazia carrier pendaki.

9. Dilindungi Undang-undang

Karena populasinya semakin berkurang, bunga edelweis pun dilindung oleh Undang-undang.

Bagi siapapun yang memetik bunga edelweis bisa terancam hukuman sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Hayati Ekosistem pasal 33 ayat 1.

10. Dibudidayakan di beberapa daerah

Beberapa daerah pegunungan di Indonesia membudidayakan bunga edelweis.

Edelweis hasil budidaya biasanya banyak dijual sebagai oleh-oleh, salah satunya di Gunung Bromo.

Secara fisik, edelweis alami dan edelweis budidaya memiliki perbedaan yang cukup mencolok.

Bunga edelweis hasil budidaya terlihat lebih gemuk dan subur dibandingkan bunga yang tumbuh liar.

11. Pernah jadi gambar perangko

Pada 2003, bunga edelweis pernah dijadikan gambar perangko oleh Pos Indonesia.

12. Bunga edelweis ada di luar negeri

Di luar negeri juga terdapat bunga edelweis yang disebut Leontopodium Alpinum.

Meskipun sama-sama edelweis, namun berbeda dengan edelweis yang ada di Indonesia.

Bunga edelweis di luar negeri bahkan menjadi bunga nasional Austria.

13. Pernah jadi judul lagu

Bunga edelweis pernah menjadi judul sebuah lagu yang dinyanyikan dalam film The Sound of Music pada 1965.

Judul lagu tersebut yaitu 'Edelweiss'.

Hore, Tenaga Honorer Juga Dapat Bantuan Langsung Tunai Rp 2,4 Juta, Ini Penjelasan Airlangga

Sinopsis Chandrakanta Episode 44 Tayang Pukul 10.00 WIB di ANTV

Pemilih Untuk Pilgub Jambi di Merangin Berkurang Sampai 12 Ribu, Hasil Coklit Tim KPU

Saking populernya bahkan lagu tersebut dinyanyian beberapa kali sejak dirilis pada 1965.

Lagu 'Edelweiss' terbaru dinyanyikan oleh Billy Porter pada 2017 lalu.

(TribunTravel.com/Sinta Agustina)

Artikel Ini Telah Tayang di TribunTravel.com dengan Judul '12 Fakta Bunga Edelweis, Bunga Abadi di Gunung yang Dilarang untuk Dipetik'

IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:

NONTON VIDEO TERBARU KAMI DI YOUTUBE:

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved