Berita Nasional
Menguak Siapa Sebenarnya Tan Malaka? Tokoh Aliran Kiri yang Dipuji Soekarno hingga Bung Hatta
Menguak Siapa Sebenarnya Tan Malaka? Tokoh Aliran Kiri yang Dipuji Soekarno hingga Bung Hatta
Aku pergi ke Timur jauh, ikut berjuang di sana untuk kemerdekaan bangsa Indonesia," ujar Tan Malaka saat bertemu Hatta di Berlin tahun 1922.
Tan Malaka di Mata Bung Hatta
Proklamator Kemerdekaan Indonesia, Mohammad Hatta, dalam bukunya, Untuk Negeriku Sebuah Otobiografi, mengatakan, tahun 1925 di Jerman dia menerima buku karya Tan Malaka yang berisi tentang Republik Indonesia.
Buku itu berjudul Naa een Republik Indonesia. Buku kecil ini, kata Hatta, kemungkinan dicetakan di Manila, Filipina.
Menurut Hatta, Tan Malaka adalah orang yang tidak mau diam.
Dia terus bergerak dan bergerak, termasuk ke Moskow (Rusia) karena Moskow adalah pusat gerakan komunis internasional.
Tetapi, Tan Malaka tidak akan tinggal dan menetap di Moskow yang saat itu menerapkan pemerintahan diktaktor Stalin.
"Ia (Tan Malaka) tak akan beristirahat, tetapi akan terus bergerak dan berjuang untuk Indonesia merdeka," tulis Bung Hatta --panggilan Mohammad Hatta.
• Belum Kantongi Predikat Kabupaten Layak Anak, Penilaian di Tanjabbar Tertunda karena Covid-19
• Lesti Kejora tak Cemburu Meski Rizky Billar Dekat Wanita Lain, Ayu Ting Ting : Pasti Ada Rasa Nyer
• TERBARU, Sikap Luna ke Ayu Ting Ting Jadi Sorotan, Luka Lama ke Ibu Bilqis Masih Berbekas?
Bagi Tan Malaka, komunisme yang diberlakukan di Moskow sangat bertentangan dengan konsep komunisme yang benar yang berlaku sama rata sama rasa, berlaku demokrasi yang sepenuhnya.
Sementara komunisme yang dijalankan oleh rezim Stalin di Moskow justru mirip dengann sistem perbudakan.
Dia mengaku tak mempunyai tulang punggung yang mudah membungkuk, seperti layaknya gaya para anak buah Stalin ketika bertemu sang juragan.
Di Moskow, komunisme Stalin menjadikan ada seorang pemimpin yang berkuasa dan yang lain itu sebagai budak.
Karena itu, Tan Malaka tan mungkin tinggal dan menetap di Moskow meski dia harus mempelajari komunis di negara itu.
"Aku menjauhi lingkungan yang bertentangan dengan komunisme yang sebenarnya.
Aku pergi ke Timur jauh, ikut berjuang di sana untuk kemerdekaan bangsa Indonesia," ujar Tan Malaka saat bertemu Hatta di Berlin tahun 1922.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/tan-malaka.jpg)