Breaking News:

Kesehatan

Begadang Bisa Merusak Program Diet dan Sulit Mengambil Keputusan dengan Jernih, Simak Penjelasannya

Kebiasaan begadang atau melek sampai dini hari merupakan salah satu faktor risiko naiknya berat badan.

Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Tidur larut atau bergadang menjadi kebiasaan sebagian orang karena pekerjaan atau memang bagian dari gaya hidupnya.

Ada anggapan terlalu banyak tidur bisa membuat berat badan melonjak, demikian sebaliknya.

Lalu muncul pertanyaan, apakah begadang bisa menurunkan berat badan?

Haico Van Der Veken Tegur Rangga Azof Karena Kesulitan Tidur Disorot, Bucin Kusut Begadang Bareng?

Ibu Ini Histeris, Putranya Idap 16 Penyakit Sekaligus Karena Sering Begadang dan Makan Mie Instan

Ternyata begadang bisa menurunkan berat badan hanyalah mitos belaka.

Penelitian terkait begadang dan berat badan

Kebiasaan begadang atau melek sampai dini hari merupakan salah satu faktor risiko naiknya berat badan.

Melansir Sleep Foundation, penelitian dari Northwestern Medicine AS mengungkapkan, orang yang doyan begadang cenderung mengonsumsi asupan 248 kalori lebih banyak setiap hari.

Menurut studi, orang yang doyan begadang konsumsi sayur dan buahnya setengah bagian lebih sedikit dari orang yang punya jam tidur normal.

Selain itu, kebiasaan begadang juga mendorong orang untuk mengonsumsi makanan cepat saji dan mengonsumsi minuman tinggi kalori seperti minuman manis dan soda.

Studi tersebut menunjukkan, orang yang terlambat tidur cenderung bangun lebih siang dan mengawali sarapan lebih siang.

Halaman
123
Editor: Nurlailis
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved