Berita Sarolangun

Polda dan Inspektorat Provinsi Jambi Tengah Mengsut Dugaan Korupsi Pengadaan Listrik di Batang Asai

Proyek untuk penerangan beberapa desa hingga kini tak ada karena aliran listrik juga hingga kini belum sampai ke masyarakat.

Penulis: Wahyu Herliyanto | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
ist
Kondisi tiang listrik di Kecamatan Batang Asai yang diduga dikorupsi 

Dalam masa perpindahan itulah katanya sebagian infrastruktur proyek listrik mengalami kerusakan.

"Barang itu tahun 2017 jadi aset provinsi, Kabupaten dak katek lagi kewenangannyo. Jadi diposisi itulah ado tiang yang patah, karena kewenangan provinsi, paling kabupaten cuman kayak mano karena kewenangan dak ado lagi," katanya.

"Ado yang rusak, patah kareno ado longsor kabel yang ilang dimaling orang," katanya

Katanya, dalam proyek tersebut ia sebagai PPK (pejabat pembuat komitmen) anehnya ia tidak mengetahui secara pasti berapa angaran yang digelontorkan untuk pengadaan listrik itu.

"Dana keseluruhan perkiraan 8 miliar, cuman yang rusak itu cuman setengahnyo," katanya

Katanya, kapasitasnya saat pemeriksaan pada kasus yang sedang bergulir ini adalah mendampingi inspektorat. Karena pada waktu itu, ia menjabat sebagai PPK.

"Sayo kan PPKnyo disitu," ujarnya.

Sementara itu, Camat Batangasai, Arpan mengatakan proyek itu hingga saat ini memang terhenti.

"Macet itu," ujarnya.

Terhentinya pengadaan listrik untuk masyarakat itu terlihat ada beberapa titik tiang listrik yang tidak terawat dan roboh.

"Kabel kabel habis dipaling orang, tiang-tiang roboh," katanya

Secara spesifik ia tidak begitu mengetahui kasus tersebut seperti apa.

Yang jelas memang ada kabar terkait pemeriksaan pada mantan camat batangasai dan sejumlah kades.

"mantan camat juga diperiksa, ketua forum (kades) juga diperiksa," ujarnya.

Kasus ini sudah naik dan ditangani oleh provinsi. Pihaknya berharap agar kasus dugaan korupsi ini cepat diusut agar mengetahui siapa dalang dibalik semuanya ini.

Sehingga menyebabkan aliran listrik di kecamatan batangasai tidak teraliri.

Diketahui bahwa pekerjaan pengadaan jaringan listrik dilaksanakan pada tahun 2015, yang direncanakan di tahun 2014.

Anggaran proyek ini berasal dari APBD Murni Kabupaten Sarolangun 2015 dengan pagu anggaran sebesar Rp12 miliar.

Awalnya direncanakan sepanjang 42 kilometer, dengan anggaran yang ada terbangunlah 37 km.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved