Breaking News:

Mulai Besok, Pelajar SD dan SMP di Sarolangun Mulai Belajar Tatap Muka di Sekolah

Pembelajaran tatap muka di sekolah tingkat SD dan SMP di Sarolangun akan dilakukan.

tribunjambi/wahyu herliyanto
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sarolangun, Helmi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Wahyu Herliyanto

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN- Pembelajaran tatap muka di sekolah tingkat SD dan SMP di Sarolangun akan dilakukan.

Hal ini menindaklanjuti dari pada perubahan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri bahwa zona kuning sudah diperbolehkan pembelajaran tatap muka.

Belajar tatap muka tersebut tentu semuanya dengan ketentuan yang ada berdasarkan aturan.

Mantan Sekjen Golkar Idrus Marham Bebas dari Penjara Setelah Jalani Hukuman 2 Tahun

Imron Rosadi, Buron Kasus Korupsi Rp 1,87 Miliar Ditangkap Saat Sembunyi di Bogor

Bunga Jenis Sensivera, Bonsai dan Adenium Paling Diburu Laki-laki di Festival Bunga Kekinian

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sarolangun, Helmi mengaku, untuk Sarolangun sudah melaksanakan rapat pemantapan sebanyak tiga kali untuk menyikapinya aturan tersebut.

Pembalajaran tatap muka akan dilakukan. Dengan catatan, pembelajaaran tatap muka dilakukan dengan menerapkan sistem protokol covid-19 yang sangat ketat.

Siswa sedang belajar tatap muka di sekolah yang ada di Sarolangun beberapa waktu lalu
Siswa sedang belajar tatap muka di sekolah yang ada di Sarolangun beberapa waktu lalu (tribunjambi/wahyu herliyanto)

Selain itu, pihaknya juga mengevaluasi kesiapan para guru, sekolah, dan orang tua.

"Kami sudah persiapkan, kita kerjasama dengan korwil. Insya Allah senin (14/9/2020) besok, kita akan melaksanakan tatap muka," katanya Minggu, (13/9/2020).

Ruben Onsu Kalah Lagi, Kemasan Ayam Geprek Miliknya Hasil Tiruan Atau Menjiplak

Ayo, Berburu Bunga Kekinian Yang Lagi Populer di Atrium Transmart Jambi, Dari Rp 20 Ribu-Rp 8 Juta

UPDATE Positif Covid-19 Jadi 214.746 Orang, Jambi Bertambah 5, Total Korban Terpapar 319 Pasien

Dalam surat edaran juga jelas, bahwa banyak aturan yang harus diikuti. Contohhnya, dalam suatu pertemuan jumlah siswa harus 50 persen pengurangan dari hari biasa. Kemudian jarak antara bangku siswa 1,5 meter.

Jumlah anak yang mengikuti pelajaran dengan sistem sif dan menyiapkan alat kesehatan. Tak kalah penting harus ada surat pernyataan dan kesediaan dari komite dan wali murid.

"Semuanya terkait untuk mendorong kegiatan ini (pembelajaran tatap muka)," katanya.

Dengan kebijakan ini pula, ia berharap kedepan dengan dijinkannya zona kuning untuk pembelajaran tapa muka.

Masyarakat harus disiplin dalam mengawasi dan memantau anaknya masing-masing dan tenaga pendidik betul-betul menerapkan protokol covid-19 dimasa pandemi ini.

Download Lagu MP3 Nella Kharisma 32 LaguTerbaru 2020, Video Dangdut Koplo Nonstop

Kisah Jenderal TNI dari Jambi, Ada yang Dari Kopassus

Meski Jual Murah Villa Mewahnya, Hotman Paris Tetap Ngaku Tidak Bangkrut

"Tim bergabung TNI dan Polri nanti akan memantau kegiatan ini," katanya.

Sedangkan untuk pembelajaran ditingkat Paud dan TK akan dilaksanakan dua bulan paling cepat setelah pemblajaran tingkat pendidikan dasar.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved