Virus Corona

Kondisi Covid-19 Jakarta Mengkhawatirkan, Anies Baswedan Terapkan PSBB Seperti Awal Virus Corona

Kondisi Covid-19 Jakarta Mengkhawatirkan, Anies Baswedan Terapkan PSBB Seperti Awal Virus Corona

Editor: Andreas Eko Prasetyo
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona. 

5. RSUD Cempaka Putih, Jakarta Pusat

6. RSUD Sawah Besar, Jakarta Pusat

7. RSUD Tugu Koja, Jakarta Utara

8. RSUD Pademangan, Jakarta Utara

9. RSUD Kalideres, Jakarta Barat

10. RSUD Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

11. RSUD Kebayoran Lama, Jakarta Selatan

12. RSUD Jati Padang, Jakarta Selatan

13. RSUD Kramat Jati, Jakarta Timur

Krisis lahan pemakaman Tak hanya krisis ketersediaan ruang isolasi, lahan pemakaman khusus jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur; dan TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, juga diperkirakan tidak dapat menampung jenazah Covid-19 jika angka kematian terus bertambah.

Komandan Regu TPU Pondok Ranggon Nadi (47) mengatakan, jatah liang lahat untuk menguburkan jenazah Covid-19 tersisa 1.100 lubang hingga Jumat (4/9/2020) siang.

Sisa liang lahat itu terhampar di atas lahan seluas 7.000 meter persegi di sisi selatan TPU.

Sejak dibuka pada Maret 2020, sudah delapan blad baru dibuka untuk liang lahat jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon.

Menurut Nadi, dalam satu minggu rata-rata jenazah Covid-19 yang dimakamkan bisa mencapai 180.

Dengan mempertimbangkan jumlah jenazah yang harus dimakamkan dalam sepekan, Nadi memperkirakan lahan pemakaman di TPU Pondok Ranggon akan penuh pada bulan Oktober mendatang.

"Untuk TPU Pondok mungkin di pertengahan Oktober sudah kritis," kata Nadi.

Menanggapi isu ketersediaan lahan pemakaman, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah membantahnya.

Menurut Anies, Pemprov DKI telah memperhitungkan secara matang ketersediaan lahan pemakaman di Ibu Kota dan jumlah jenazah yang harus dikubur sejak awal kemunculan kasus Covid-19 pada Maret 2020.

Selain dua TPU yang telah disediakan, Pemprov DKI juga menyediakan lahan pemakaman alternatif bagi pasien Covid-19.

"Kita ikuti perkembangan bersama dengan kebutuhan, insya Allah tidak akan ada kekurangan," ujar Anies.

Kondisi Jakarta mengkhawatirkan Tri Yunis Miko Wahyono, epidemiolog dari Universitas Indonesia, melihat kondisi di Ibu Kota semakin mengkhawatirkan.

Dia menyarankan Pemprov DKI kembali memperketat PSBB, seperti di awal masa pandemi.

Menurut Miko, kasus positif Covid-19 sudah sangat mengkhawatirkan. Penyebaran virus terlihat sudah jauh dari kata terkontrol.

"Jadikan seperti kayak pertama, jadikan PSBB seperti semula," kata Tri saat dihubungi Kompas.com, Senin (7/9/2020).

Anies pernah mengakui bahwa kondisi Ibu Kota tengah mengkhawatirkan.

Alasannya adalah tingkat penularan Covid-19 berbanding lurus dengan jumlah testing yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta, kata Anies, telah melakukan testing lima kali lipat lebih tinggi dari batas ideal yang ditentukan WHO.

"Jakarta sekarang mengkhawatirkan, kenapa? Dalam tiga minggu terakhir, angka (penambahan kasus positif harian) naik terus, artinya apa? Kita mendeteksi banyak, penularan juga terjadi angkanya banyak," kata Anies dikutip dari video KompasTV, Kamis (3/9/2020).

Fakta Menarik Para Wanita Israel, Jago Berperang hingga Miliki Kemampuan Mentereng di Pemerintahan

Sesaat Lagi Tayang Mata Najwa Bahas Peningkatan Kasus Covid-19, Tonton Live Streaming di Sini!

Sementara itu, hari ini, Anies tengah menggelar rapat khusus bersama bersama Gugus Tugas Penanganan Covid-19 tentang perkembangan kasus Covid-19 di Ibu Kota.

Hasil rapat tersebut akan digunakan sebagai pertimbangan apakah PSBB transisi akan kembali diperpanjang atau tidak.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Catatan PSBB Transisi Dua Pekan Terakhir, Kondisi Covid-19 Jakarta yang Mengkhawatirkan...", Klik untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2020/09/09/12171801/catatan-psbb-transisi-dua-pekan-terakhir-kondisi-covid-19-jakarta-yang?page=all

IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved