Human Interest Story
Tradisi Keduri Sudah Tuai Masih Dilestarikan Warga Tiga Desa di Kerinci
Seperti yang dilaksanakan oleh tiga desa yakni Desa Seleman, Desa Koto Tengah dan Desa Pasar Sore Seleman Kecamatan Danau Kerinci.
Penulis: Herupitra | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Kabupaten Kerinci memiliki banyak tradisi yang hingga saat ini masih dilestarikan. Salah satunya adalah Tradisi Keduri Sudah Tuai.
Seperti yang dilaksanakan oleh tiga desa yakni Desa Seleman, Desa Koto Tengah dan Desa Pasar Sore Seleman Kecamatan Danau Kerinci.
Tradisi Keduri Sudah Tuai ini dilakukan sebagai bentuk syukuran warga bahwa panen warga berlimpah tahun ini dan semoga kedepannya panen warga juga berhasil.
• 5 ASN di Tanjabbar Terlibat Kasus Hukum, dari Kasus Pencurian hingga Perundungan Anak
• Waspada Pesan Penipuan Di Instagram, Hindari Dari Pembajakan
• Kehadiran Satgas AMB Dinilai Positif untuk Mengimbangi dan Memberantas Mafia Bola
Ribuan warga tiga desa mengikuti Tradisi Keduri Sudah Tuai di Pantai Indah Seginjo Kuning.
Mulai dari anak anak hingga orang dewasa berkumpul mengikuti presesi acara yang digelar.
Meski di bawah terik matahari tidak menyurut warga untuk mengikuti tradisi ini.

Warga mengikuti serangkaian acara dari awal hingga akhir acara dengan semangat dan gembira.
Depati beserta ninik mamak sepuluh luhah diarak dari kampung menuju pantai indah yang diikuti oleh masyarakat.
Demi semaraknya tradisi sudah tuai ini, warga tiga desa diminta tidak melakukan aktivitas kerja lainnya dan meminta meliburkan diri agar dapat menghadiri pelaksanaan tradisi ini.

Masing-masing Luhah mendirikan tenda sehingga anak jantan dan betino bisa berkumpul pada Luhah masing-masing.
Ada sepuluh Luhah di tiga desa ini, yakni Luhah Serah Bumi, Luhah Segalo Putih, Luhah Selago, Luhah SKO Bulan, Luhah Tedung Manis, Luhah Depati Kecil, Luhah Pengasi, Luhah Depati Jayo, Luhah Senggaro dan Luhah Rio Muda.
Depati Serah Bumi Sekaligus Ketua Sepuluh Luhah yang merupakan Luhah yang paling besar antara Sembilan Luhah lainnya.
Luhah ini menyiapkan Nasi Kuning untuk dibagikan kepada sembilan Luhah untuk makan bersama.
Disamping itu juga sebagai bentuk rasa syukur, warga diwajibkan membawa Nasi dan lemang.
Nasi tersebut dikumpulkan kepada Luhah Masing-masing.