Pilkada di Jambi

Pemilukada 2020, Kota Sarolangun Perketat Pengamanan, Hati-hati Money Politics

Maka dari itu, persiapan dan pengamanan dalam pemilukada 2020 harus dilakukan antara TNI, Polri, KPU, Bawaslu dan Forkopimda.

tribunjambi.com/Wahyu Herliyanto
Ketua Bawaslu Sarolangun, Edi Martono 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Pengamanan pada saat kontestasi pemilukada 2020 di Kabupaten Sarolangun tentu juga perlu diperhatikan.

Pasalnya, kepala daerah setempat yaitu Bupati Cek Endra juga mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur Jambi. Hal ini tidak menutup kemungkinan bisa memunculkan gejolak antara pendukung satu dengan yang lainnya.

Maka dari itu, persiapan dan pengamanan dalam pemilukada 2020 harus dilakukan antara TNI, Polri, KPU, Bawaslu dan Forkopimda.

Foto Bugil Istri Kepala Desa di Muaro Jambi Beredar, Warga Kumpul Selesaikan Secara Adat

Ini Alasan Mundur Dari Pilgub Jambi, Fasha: Jujur, Sakitnya Anak Saya Menyita Perhatian

Ustad Anwar Sadat-Hairan Doa Bersama Sebelum Berangkat ke KPU Tanjabbar, Pendukung Gunakan Becak

Dalam kesiapan ini tentu menyasar dalam konteks mengatur masalah dan pencegahan yang akan terjadi saat pemilukada 2020.

Terlebih pada pihak penyelenggara, Bawaslu juga perlu pengamanan terhadap tugas yang berhubungan erat dengan masyarakat dan suatu masalah yang bisa menjadi ancaman.

Seperti pengawasan pada saat kampanye yang jatuh pada awal bulan Oktober sampai bulan Desember 2020. Tentu dengan jangka waktu yang sangat panjang ini, tidak menutup kemungkinan memunculkan berbagai permasalahan.

"Kami harap sinergitas TNI, Polri dan kami penyelengara bisa berjalan dengan lancar," Kata Ketua Bawaslu Sarolangun, Edi Martono. (6/9)

Kordes SEHATI Kota Karang Beralih Dukung Fachrori Umar-Syafril Nursal

BREAKING NEWS Fasha Nyatakan Sikap Mundur Dari Pemilihan Gubernur Jambi 2020

Ini Alasan Rasyid dan Mustakim Tantang Petahan di Pilkada Tanjung Jabung Timur

Ia menjelaskan untuk kerawanan pada saat pemilukada ini pihaknya sudah memetakan. Di Kabupaten Sarolangun yang dianggap rawan ada di daerah Kota sarolangun.

"Kota (sarolangun) selalu dak aman, biasalah permainan dari pada pemilu, ya money politik tentunya," katanya

Sebutnya, jika pada money politik ada sanksi baru yang berlaku untuk orang atau pihak yang memberi (uang) sekaligus yang menerima.

Pasalnya, pada Pemilu 2019 lalu, sanksi pidana hanya dijatuhkan kepada si pemberi saja, sementara si penerima tidak. Namun, di Pilkada 2020 kedua belah pihak sama-sama dijerat.

Ia menegaskan, Undang-Undang Pilkada Nomor 10 Tahun 2016 secara jelas telah mengatur perihal praktik politik uang.

Secara spesifik, di dalam Pasal 187 huruf a ayat 1 dan 2 disebutkan, pemberi dan penerima money politics dijatuhi sanksi pidana penjara minimal 36 bulan dan maksimal 72 bulan. Selain itu juga pidana denda paling sedikit Rp 200 juta dan maksimal Rp 1 miliar.

Polisi Ungkap Penyebab Reza Artamevia Gunakan Narkoba, Ternyata Terdampak Pandemi Covid-19!

Sahabat HCE Alihkan Dukungan ke Fachrori-Syafril Nursal, Digabungkan ke Tim Keluarga FU

BREAKING NEWS Foto Bugil Diduga Istri Kades di Muarojambi Beredar, Tokoh Lapor ke Polisi

"Berbeda Undang-Undang sebelumnya, pemberi yang di sanksi, sekarang kedua-duanya," katanya

Diakuinya, jika dengan adanya si penerima yang disebutkan dalam poin ini akan menjadi polemik kedepan. Yang akan ditakutkan masyarakat tidak mau melaporkan hal itu.

Menyikapi hal ini, pihaknya memang ada dua kategori jika harus melakukan tindakan. Tindakan sesuai laporan masyarakat yang mempunyai hak pilih dan genap 17 tahun ketika tidak mempunyai KTP. Kemudian temuan dari bawaslu sendiri.
"sekarang ini banyak temuan, contoh ada di warung kopi dia mengatakan di TPS sekian, tapi tidak dilaporkan ke kami (bawaslu). Kalau ada seperti ini kami tetap melakukan penelusuran mendalam. Karena penyelesaian ini juga perlu bukti,"ujarnya

Maka dari itu, pihaknya berharap pada pemilukada 2020 ini, agar masyarakat jika menemukan keluhan untuk disampaikan ke bawaslu. (Yan)

IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:

NONTON VIDEO TERBARU KAMI DI YOUTUBE:

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved