Anak Nyaris Dimangsa Buaya, Ayah Rela Terjun ke Sungai hingga Duel Sengit, Begini Endingnya!
Sebuah penyelamatan dilakukan seorang ayah menyelamatkan sang anak dari terkaman buaya ganas.
Buaya muara sepanjang kurang lebih 3,5 meter tersebut selanjutnya diarahkan ke pihak ALOBI dan BKSDA Babel untuk dievakuasi atau dipindahkan dari lokasi tepian Sungai Upang ke tempat penangkaran buaya sehingga tidak mengganggu nelayan desa setempat.
"Buaya akan diserahkan ke AlOBI atau BKSDA," kata Kapolsek.
Sebelumnya diberitakan, seekor Buaya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali ditangkap warga.
Kali ini, buaya yang berhasil ditangkap berukuran relatif kecil.
Buaya muara itu dilumpuhkan warga karena sering muncul di Sungai Upang Kecamatan Puding Besar Bangka.
Karena keberadaan Buaya meresahkan hingga, akhirnya predator itu pun diamankan.
Dititipkan di PPS Alobi di Air Jangkang
Buaya pemiliki bobot kurang lebih 200 Kilogram yang tertangkap jaring nelayan di Sungai Upang, Kabupaten Bangka berhasil dievakuasi Alobi Bangka Belitung bersama BKSDA Resort Babel dan Satgas Pramuka.
Kini buaya tersebut dititipkan dalam proses rehabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa Alobi Foundation Bangka Belitung Kampoeng Reklamasi PT Timah Air Jangkang.
Manager Pusat Penyelamatan Satwa Alobi Foundation Bangka Belitung Kampoeng Reklamasi Air Jangkang, Endy R Yusuf mengatakan setelah mendapat informasi dari warga setempat, pukul 13.00 WIB mereka langsung menuju lokasi.
"Kita dapat laporan dari masyarakat ada buaya tertangkap jaring nelayan, kemudian buaya dibawa ke darat dan warga langsung menghubungi BKSDA dan Alobi. Kita langsung menuju lokasi dan mengevakuasi serta langsung dipindahkan ke PPS Alobi Air Jangkang," ujar Endy saat dikonfirmasi bangkapos.com, Senin (17/8/2020).
Lebih lanjut ia menambahkan proses evakuasi berjalan lancar, buaya selamat walaupun ada luka di bagian kaki dan ekor.
Sekarang buaya dalam proses rehabilitasi, masih menunggu keputusan dari pihak BKSDA untuk dilepasliarkan atau tidak.
Saat ini jumlah buaya di Kampoeng Reklamasi Air Jangkang sebanyak 27 ekor.
"Dari statment masyarakat, buaya sering muncul, sering ganggu rawai atau jaring nelayan dan sering berjemur jadi akhirnya tertangkap jaring nelayan,"
"Kita menghimbau untuk semetara dari Agustus sampai Desember untuk mengurangi aktivitas di sekitar habitat buaya, sebab menurut kami itu periode termasuk siklus perkawinan, ditakutkan buaya lebih agresif," tutur Endy. (bangkapos.com/ferylaskari/cici)
Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Buaya Ganas Terkam Bocah, Ayah Terjun ke Sungai Bergulat, Gigit Kaki Buaya Hingga Tak Berkutik, https://bangka.tribunnews.com/2020/09/04/buaya-ganas-terkam-bocah-ayah-terjun-ke-sungai-bergulat-gigit-kaki-buaya-hingga-tak-berkutik?page=all