Anak Nyaris Dimangsa Buaya, Ayah Rela Terjun ke Sungai hingga Duel Sengit, Begini Endingnya!
Sebuah penyelamatan dilakukan seorang ayah menyelamatkan sang anak dari terkaman buaya ganas.
TRIBUNJAMBI.COM - Sebuah penyelamatan dilakukan seorang ayah menyelamatkan sang anak dari terkaman buaya ganas.
Dialah Tejada Abulhasan yang menyelamatkan putranya yang hampir diterkam buaya.
Tiba-tiba anaknya berteriak mengerang kesakitan diserang buaya dan menyeretnya ke bawah air.
Menyaksikan hal itu, Tejada tanpa pikir panjang.
Ia langsung turun ke sungai setelah mendengar anaknya berteriak minta tolong.
Tanpa ragu-ragu Tejada terjun dengan bermodalkan papan kayu.
Ia kemudian memukul buaya itu berulang kali.
• Robert Pattinson Positif Covid-19. Begini Nasib Film Batman yang Produksinya Dihentikan Sementara

Sayangnya buaya ini tidak mau melepaskan gigitannya pada anak Tejada.
Karena tak memiliki pilihan lain, tiba-tiba ia memikirkan sebuah ide yang cukup berani dengan menggigit kaki buaya ini sekuat-kuatnya.
Yang mengejutkan adalah, cara tersebut ternyata berhasil.
Buaya ini melepaskan Diego kemudian ia berenang pergi meninggalkan kawasan tersebut.
Kemudian, Tejada segera membawa putranya ke Rumah sakit terdekat untuk perawatan.
Beruntungnya, Diego hanya memiliki beberapa bekas luka.
Tetapi menjadi cedera serius dan diizinkan pulang setelah 2 hari kemudian.
• TERLENGKAP! Ramalan Zodiak Hari Ini Sabtu 5 September 2020, Karir, Asmara, Keuangan, Kesehatan
Saat ditemui Tejada mengatakan,
"Ada begitu banyak adrenalin dalam diri saya sehingga saya tidak punya waktu untuk berpikir."
"Saya memukul buaya dan buaya itu tidak akan melepaskan anak laki-laki saya. Saya sedang bergulat buaya dan kami saling memandang," tambahnya.
"Lalu entah dari mana ide tersebut aku meraih kakinya dan menggigitnya sekeras-kerasnya," terangnya, pada Dailymail.
Menurut laporan investigasi, mengungkapkan bahwa, saat itu korban dan adik laki-laki sedang mandi di sungai.
Tiba-tiba buaya menggigit lengannya dan menariknya ke area yang lebih dalam.
Hal itu menyebabkan beberapa luka di bagian tubuh korban.(Grid.id/Afif Khoirul M)
Konflik buaya dan manusia
Konflik antara buaya dan manusia kembali terjadi. Buaya yang sering muncul di Sungai Upang, Kecamatan Puding Besar Bangka, ditangkap.

Predator itu dipancing oleh pawang atas permintaan Warga Desa Tanah Bawah Kecamatan Puding Besar Bangka, Senin (17/8/2020).
"Kronologis penangkapan berdasarkan keterangan warga atas nama Saudara Hardi bahwa buaya muara tersebut sering mengganggu nelayan saat mancing dengan memakan ikan hasil pacingan nelayan, serta buaya tersebut sering naik ke darat di lokasi dermaga nelayan di Wilayah Sungai Upang Desa Tanah Bawah," kata Kapolres Bangka AKBP Widi Haryawan mengutip keterangan Warga Desa Tanah Bawah, Holidi, Senin (17/8/2020).
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan sebelum menimbulkan korban jiwa, beberapa warga berkoordinasi dengan pawang buaya untuk memasang perangkap guna menangkap buaya tersebut.
Lalu, hasilnya, pada Senin (17/8/2020) sekira pukul 05.00 WIB, di Wilayah Dermaga Sungai Upang, buaya itu telah berhasil ditangkap.
"Ditangkap menggunakan jebakan umpan ular sabak (piton)," kata Kapolsek.
Buaya muara sepanjang kurang lebih 3,5 meter tersbebut selanjutnya diarahkan ke pihak ALOBI dan BKSDA Babel untuk dievakuasi atau dipindahkan dari lokasi tepian Sungai Upang ke tempat penangkaran buaya sehingga tidak mengganggu nelayan desa setempat.
"Buaya akan diserahkan ke AlOBI atau BKSDA," kata Kapolsek.

Sebelumnya diberitakan, buaya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali ditangkap warga.
Kali ini, seekor buaya yang berhasil ditangkap berukuran relatif kecil.
Buaya muara itu dilumpuhkan warga karena sering muncul di Sungai Upang Kecamatan Puding Besar Bangka.
Karena keberadaan Buaya meresahkan, akhirnya predator itu pun diamankan, Senin (17/8/2020).
Pawang
Seorang pawang berhasil menangkap buaya muara di Sungai Upang, Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka, Senin (17/8/2020).
Buaya tersebut dipancing menggunakan umpan ular piton.
Predator ini ditangkap sang pawang atas permintaan warga Desa Tanah Bawah.
Kapolres Bangka AKBP Widi Haryawan diwakili Kapolsek Puding Besar (Pubes), Iptu Abu Yazid mengatakan, berdasarkan keterangan warga, Buaya muara tersebut sering mengganggu nelayan yang tengah memancing.
Warga di sana menyebut buaya kerap memakan ikan hasil pancingan hingga sering naik ke dermaga nelayan.
"buaya tersebut sering naik ke darat di lokasi dermaga nelayan di wilayah Sungai Upang Desa Tanah Bawah," kata Abu Yazid.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan sebelum menimbulkan korban jiwa, diputuskan Buaya ini perlu ditangkap.
Beberapa warga berkoordinasi dengan pawang buaya untuk memasang perangkap guna menangkap buaya tersebut.
Hasilnya, Buaya muara ini berhasil ditangkap pada Senin (17/8/2020) sekira pukul 05.00 WIB, di wilayah Dermaga Sungai Upang,.
"Ditangkap menggunakan jebakan umpan ular sabak (ular piton)," kata Kapolsek.
Buaya muara sepanjang kurang lebih 3,5 meter tersebut selanjutnya diarahkan ke pihak ALOBI dan BKSDA Babel untuk dievakuasi atau dipindahkan dari lokasi tepian Sungai Upang ke tempat penangkaran buaya sehingga tidak mengganggu nelayan desa setempat.
"Buaya akan diserahkan ke AlOBI atau BKSDA," kata Kapolsek.
Sebelumnya diberitakan, seekor Buaya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali ditangkap warga.
Kali ini, buaya yang berhasil ditangkap berukuran relatif kecil.
Buaya muara itu dilumpuhkan warga karena sering muncul di Sungai Upang Kecamatan Puding Besar Bangka.
Karena keberadaan Buaya meresahkan hingga, akhirnya predator itu pun diamankan.
Dititipkan di PPS Alobi di Air Jangkang
Buaya pemiliki bobot kurang lebih 200 Kilogram yang tertangkap jaring nelayan di Sungai Upang, Kabupaten Bangka berhasil dievakuasi Alobi Bangka Belitung bersama BKSDA Resort Babel dan Satgas Pramuka.
Kini buaya tersebut dititipkan dalam proses rehabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa Alobi Foundation Bangka Belitung Kampoeng Reklamasi PT Timah Air Jangkang.
Manager Pusat Penyelamatan Satwa Alobi Foundation Bangka Belitung Kampoeng Reklamasi Air Jangkang, Endy R Yusuf mengatakan setelah mendapat informasi dari warga setempat, pukul 13.00 WIB mereka langsung menuju lokasi.
"Kita dapat laporan dari masyarakat ada buaya tertangkap jaring nelayan, kemudian buaya dibawa ke darat dan warga langsung menghubungi BKSDA dan Alobi. Kita langsung menuju lokasi dan mengevakuasi serta langsung dipindahkan ke PPS Alobi Air Jangkang," ujar Endy saat dikonfirmasi bangkapos.com, Senin (17/8/2020).
Lebih lanjut ia menambahkan proses evakuasi berjalan lancar, buaya selamat walaupun ada luka di bagian kaki dan ekor.
Sekarang buaya dalam proses rehabilitasi, masih menunggu keputusan dari pihak BKSDA untuk dilepasliarkan atau tidak.
Saat ini jumlah buaya di Kampoeng Reklamasi Air Jangkang sebanyak 27 ekor.
"Dari statment masyarakat, buaya sering muncul, sering ganggu rawai atau jaring nelayan dan sering berjemur jadi akhirnya tertangkap jaring nelayan,"
"Kita menghimbau untuk semetara dari Agustus sampai Desember untuk mengurangi aktivitas di sekitar habitat buaya, sebab menurut kami itu periode termasuk siklus perkawinan, ditakutkan buaya lebih agresif," tutur Endy. (bangkapos.com/ferylaskari/cici)
Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Buaya Ganas Terkam Bocah, Ayah Terjun ke Sungai Bergulat, Gigit Kaki Buaya Hingga Tak Berkutik, https://bangka.tribunnews.com/2020/09/04/buaya-ganas-terkam-bocah-ayah-terjun-ke-sungai-bergulat-gigit-kaki-buaya-hingga-tak-berkutik?page=all