Harga TBS di Jambi Naik
Harga TBS di Jambi, Batanghari, Bungo Naik, Petani Tanjabtim Gigit Jari, Anjlok Sampai Rp1.150
Harga TBS skala Provinsi Jambi sejak beberapa waktu terakhir mengalami kenaikan tren positif.
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Nani Rachmaini
Sehingga kedepan jika terjadi kenaikan harga tbs para petani Tanjabtim tidak hanya sekedar mendapat info dan jadi penonton saja. (usn)
Di Bungo Kenaikan Harga Bikin Petani Bergairah
MUARA BUNGO - Kenaikan harga komoditas pertanian jenis kelapa sawit sebesar Rp 500 per kilogram dalam beberapa hari terakhir membuat petani bergairah.
Bagaimana tidak, himpitan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi penghasilan masyarakat khususnya petani sawit.
Setelah sempat tak kunjung naik yang sempat membuat petani hampir putus asa dan beralih profesi. Kini harga dalam beberapa hari terakhir mulai merangkak naik.
Meski tidak melonjak tinggi, namun kenaikan itu sangat disyukuri masyarakat. Sebab harga jual demikian dapat memenuhi kebutuhan sehari hari.
• Update Kasus Covid-19 Provinsi Jambi 7 Pasien Dinyatakan Sembuh Hari Ini
• Bawaslu Temukan 12 Catatan Proses Coklit, KPU Jambi Sebut Sudah Lakukan Perbaikan
Menurunnya harga jual kelapa sawit beberapa waktu lalu membuat para petani menjerit. Pasalnya, harga jual yang selama ini diterima petani tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kepada Tribunjambi.com, Mardi warga SP 6, Dusun Sekar Mengkuang, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang berterimakasih atas naiknya harga sawit tersebut.
Sebab sebelumnya dapur sangat sulit untuk berasap, namun kini mulai berasap. Kebaikan harga itu dikatakan Mardi dari sebelumnya Rp 1300 menjadi Rp 1800.
Menurutnya, kenaikan harga yang tidak begitu drastis iti sudah cukup lega dibanding harga sebrlumnya.
"Alhamdulillah sudah lumayan lega, kemarin sawit kami hanya dibeli 1300 per kilo sekarang sudah naik menjadi 1800," ungkapnya, Senin (31/8/2020).
Ia berharap harga itu bisa stabil atau terus bertambah naik, jangan sampai kembali turun. Karena masyarakat rata-rata hanya memiliki kebun sawit tanpa ada pendapatan sampingan lainnya.
"Jangan sampai turun lagilah, dak bisa bernafas rasanya kalau harga sudah dibawah 1500," tambahnya.
Sebab harga yang masih dapat dimaklumi petani saat dikisaran Rp 1500 per kilogram.(Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat)