Joko Susilo Diamankan Kejati Jambi

BREAKING NEWS Terpidana Kasus Korupsi Perumahan ASN Sarolangun Ditangkap Kejati Jambi Sore Ini

Prihal penangkapan terhadap Joko Susilo ini dibenarkan oleh Kasi Penkum Kejati Jambi, Lexy Fatharani saat dikonfirmasi.

Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribun Jambi/Dedy Nurdin
Kasi Penkum Kejati Jambi, Lexy Fhatarani. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Joko Susilo terpidana kasus korupsi pembangunan perumahan ASN di Kabupaten Sarolangun ditangkap tim intel Kejaksaan Tinggi Jambi bersama tim intel Kejaksaan Agung Selasa (1/9/2020) sore.

Prihal penangkapan terhadap Joko Susilo ini dibenarkan oleh Kasi Penkum Kejati Jambi, Lexy Fatharani saat dikonfirmasi.

"Iya hari ini kita tangkap di Jambi, sekitar pukul 16.00 wib sore ini, sekarang dalam perjalanan menuju Kejati Jambi," katanya lewat sambungan telepon.

Cara Menghindari Stroke, Lima Kebiasaan yang Memicu Kena Stroke di Usia Muda, Perhatikan Porsi

Rosin Hidupi Keluarga di Garut dengan Berjualan Bubur Sumsum di Jambi

Rosin Penjual Bubur Sumsum Langganan Pejabat, Dapatkan Omzet Rp 500 Ribu per Hari

Djoko Susilo ditangkap dalam kasus dugaan korupsi pembangunan perumahan ASN di Kabupaten Sarolangun tahun anggaran 2005. Dalam proses pengerjaannya ditemukan kerugian negara yang nilainya mencapai Rp12,09 miliar.

Proyek pembangunan ini juga tak sesuai dengan perencanaan yakni 600 unit rumah. Namun realisasinya hanya 60 rumah saja. Joko Susilo diduga terlibat saat itu menjabat sebagai ketua Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Pemkasa.

Selain Joko, kegagalan pada proyek ini juga menyeret M Madel selaku mantan Bupati Sarolangun dan Ferry Nursanti selaku pihak rekanan. Ketiganya sempat divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Jambi.

Penangkapan terhadap Joko Susilo sendiri berdasarkan putusan pengadilan tingkat kasasi pada 24 September 2019.

Pengadilan tingkat kasasi mengabulkan permohonan jaksa Kejati Jambi dan menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagai korupsi secara bersama-sama.

Putusan tingkat kasasi menghukum Joko dengan pidana penjara selama tiga tahun dan denda Rp 50 juta subsidair pidana kurugan tiga bulan. Putusan ditetapkan oleh hakim anggung Syamsul Rakan Chaniago selaku ketua majelis hakim.

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved