Selasa, 28 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Dor, Kepala Kopassus Denjaka dan Paskhas Diincar Penembak Musuh, Tergeletak

Peluru-peluru penembak runduk berseliweran di sekitar kepala anggota Sat-81 Kopassus, Denjaka Marinir dan Satbravo-90 Paskhas yang dikirim ke sana.

Editor: Duanto AS
lancercell.wordpress.com
Ilustrasi sniper Kopassus 

Para penembak musuh rupanya sudah mengincar gabungan pasukan elite ini. Dan benar saja, baru melongokkan kepala sebentar, peluru menghantam helm.

TRIBUNJAMBI.COM - Ini satu di antara kisah heroik Kopassus, Denjaka dan Paskhas dalam sebuah misi tempur.

Peristiwa yang terjadi di Saparua, Ambon, pada 1999 ini tak akan terlupa dari ingatan.

Peluru sniper, dengan sadisnya mengincar kepala pasukan elite TNI AD, AU dan AL ini.

Kompi C yang merupakan Yonif Gabungan pasukan elite TNI AD, AL dan AU dikepung musuh dan sniper.

Peluru-peluru penembak runduk berseliweran di sekitar kepala anggota Sat-81 Kopassus, Denjaka Marinir dan Satbravo-90 Paskhas yang dikirim ke sana.

 Kopassus Jadi Hantu Putih Kalahkan 3000 Pemberontok Kongo, Tanpa Jatuh Korban Jiwa

 Jenderal AS Melongo Lihat Aksi Kopassus, Ilmu Rahasia yang Tak Dikuasai Pasukan Lain di Dunia

 Mantan Sniper SAS Ini Terkejut Lihat Sosok Kopassus yang Dulu Dia Bidik, Mendadak Benny Ucapkan Ini

Memang, pasukan elite TNI selalu mendapatkan misi berisiko tinggi yang tidak diketahui publik.

Misi ini tak terkenal, namun melegenda di kalangan pasukan elite TNI.

Ada cerita aksi heroik Kopassus, Denjaka dan Paskhas dalam misi-misi itu. Namun ada juga cerita haru, tentang kabar gugurnya prajurit.

Para prajurit Kopassus
Para prajurit Kopassus (IST)

Cerita itu tertuang dalam buku Biografi Marsma (Pur) Nanok Soeratno, Kisah Sejati Prajurit Paskhas, yang ditulis Beny Adrian dan diterbitkan PT Gramedia 2013.

Situasi makin buruk

Kisah Kompi C di Saparua ini terjadi saat pasukan gabungan diincar sniper musuh, namun nekat bertempur.

Konflik Ambon menjadi catatan kelam Tanah Air. Konflik SARA meletus dan mengakibatkan korban jiwa.

Situasi semakin buruk, saat gudang senjata Brimob dijarah.

Sejumlah oknum anggota TNI maupun Polri yang desertir, bergabung dalam kerusuhan berdarah itu.

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved