Pilkada di Jambi
Abdullah Sani Mundur dari PDIP
Tidak main-main, tokoh senior PDIP Abdullah Sani yang kini maju bertarung di Pilgub Jambi sebagai pendamping Al Haris secara resmi mengajukan surat pe
Penulis: Hendri Dunan | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Ancaman sanksi hingga pemecatan yang digaungkan oleh Edi Purwanto ditanggapi cepat dengan surat resmi oleh Abdullah Sani, calon wakil gubernur pendamping Al Haris.
Tidak main-main, tokoh senior PDIP Abdullah Sani yang kini maju bertarung di Pilgub Jambi sebagai pendamping Al Haris secara resmi mengajukan surat pengunduran diri ke partai PDIP Provinsi Jambi.
Langkah itu seakan menjawab apa yang diucapkan oleh Edi Purwanto ketika diberikan pertanyaan awak media terkait status Abdullah Sani yang maju bertarung di Pilgub Jambi, sementara rekomendasi partai diberikan kepada pasangan kandidat lain.
• Isi Surat Jerinx SID dari Dalam Penjara, Keren
• Daftar Lengkap Film Chadwick Boseman, Awal Karir, Deretan Penghargaan, Profil Pemeran Raja Wakanda
• Tak Gunakan Masker Akan Dihukum Masuk Peti Jenazah Tanpa Masker, Camat Cilandak Angkat Bicara
Kedatangan Abdullah Sani ke kantor DPD PDIP dikawal puluhan pendukungnya. Ia tiba sekitar pukul 08.40 WIB.
Setelah menggelar pertemuan dengan salah satu staf secretariat, ia langsung menyerahkan berkas pengunduran dirinya sebagai kader PDIP.
Usai menyerahkan berkas, Abdullah Sani kemudian menyatakan secara resmi pengunduran dirinya.
“Ya. Saya menyerahkan surat pengunduruan diri ke DPP melalui DPD, tolong diteruskan,” ujarnya singkat ketika dikonfirmasi Tribun. Sabtu (29/8/2020).
Edi Purwanto, ketua DPD PDIP Provinsi Jambi sendiri sehari sebelumnya (28/8/2020) menyebutkan bahwa akan ada sanksi tegas bagi kader yang membelot dari perintah partai.
"Ketika ada kader yang membelot, sanksinya tegas. Bisa sampai pemecatan. Siapapun itu,"tegas Edi Purwanto.
Penegasan itu disampaikan usai acara virtual meeting pemberian rekomendasi gelombang ke IV di kantor DPD PDIP Provinsi Jambi.
Dimana pada saat itulah rekomendasi partai kepada pasangan calon, Cek Endra-Ratu Munawaroh dibacakan oleh Puan Maharani dan mendengarkan sambutan dari ketua DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Karena yang kita hargai bukan siapa Cek Endra-Ratu Munawaroh, calon Walikota
Sungai Penuh Ahmadi Zubir-Hardizal, calon Bupati dan Wakil Bupati Bungo, Mashuri-Dwi Apriyanto, bukan masalah Edi Purwanto. Tetapi tandatangan Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri, yang telah merekomendasikan beliau-beliau,"ucap Edi Purwanto.
Edi Purwanto kembali menegaskan jika itu merupakan hak prerogatif ketua umum telah memutuskan. Dan terkait Abdullah Sani yang saat ini dipilih menjadi pasangan Haris-Sani.
"Ya kita lihat sampai ke KPU. Jika sampai ke KPU, maka keputusan partai juga tegas sampai disitu,"tegas Edi Purwanto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/abdullah-sani_20180213_113826.jpg)