Breaking News:

Berita Tanjab Timur

Ini 6 Desa di Tanjab Timur yang Mendapatkan Bantuan Program PTSL Tahun Ini

Program yang merupakan bantuan luar Negeri berupa program PTSL Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) tersebut, untuk pemetaan bidang tanah yang ada di

Tribunjambi/Abdullah Usman
Kepala Kantor BPN Tanjabtim, Anggasana Siboro 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), tahun ini mendapat bantuan kuota 10 ribu bidang tanah tersebar di 6 desa dalam program PTSL.

Program yang merupakan bantuan luar Negeri berupa program PTSL Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) tersebut, untuk pemetaan bidang tanah yang ada di Kabupaten Tanjabtim.

Dalam menjalankan Program Percepatan Reforma Agraria (PPRA) tersebut, BPN Kabupaten Tanjabtim akan melibatkan masyarakat kelurahan maupun desa yang dibentuk dalam tim Pengumpulan Data Pertanahan (Puldatan) yang berisikan 10 orang di setiap desa.

Sesumbar Aurel Akan Mengadakan Pernikahan di GBK, Ini Alasan Atta Halilintar Pilih Nikahan Diendorse

Anggota kopassus Ini Berpura-Pura Mati Disamping Jazad Temannya Selama 5 Hari

Diduga Jadi Korban Salah Tangkap, Pelajar 13 Tahun Babak Belur Ditangan Polisi

Kepala BPN Tanjabtim, Anggasana Siboro mengatakan, tim Puldatan nanti akan dibantu oleh pihak ketiga PT Adicon yang akan dimulai pekerjaan lapangannya pada tanggal 31 Agustus 2020 mendatang.

"Kita akan mengajak masyarakat dan pemuda setempat dan melibatkan Bhabinkamtibmas serta Babinsa dalam pengumpulan data. Nanti kita memberikan pelatihan, bagaimana tata cara kerjanya di lapangan," katanya.

Dijelaskannya, Tanjabtim sendiri mendapatkan bantuan kuota sebanyak 10 ribu bidang tanah yang tersebar di Enam desa.

Diantaranya di Kecamatan Nipah Panjang di Desa Teluk Kijing dan Kelurahan Nipah Panjang I. Kemudian Kecamatan Muara Sabak Timur di Desa Simbur Naik, Kuala Simbur dan Kelurahan Muara Sabak Ilir. Selanjutnya Kecamatan Mendahara di Desa Pangkal Duri Ilir.

"Nanti tim Puldatan akan berkolaborasi dengan pihak ketiga. Pihak ketiga nanti bekerja untuk pengukuran dan pemetaan, dan tim Puldatan proses pengumpulan data tanah," jelasnya.

Anggasana menuturkan, PTSL PHLN ini merupakan fase ke 3 dengan target 1,3 juta bidang tanah di 7 provinsi. Untuk mencapai target tersebut, peran Puldatan dalam proses Data Fisik dan Data Yuridis sangat penting.

"Dengan lokasi yang populer di berbagai daerah, dibutuhkan pemahaman yang sama mengenai Puldatan untuk kelancaran jalannya PTSL PHLN ini, sehingga dibutuhkan materi pembekalan mengenai Puldatan di semua provinsi," tuturnya.

Namun, lanjutnya, jika awalnya program PTSL PHLN ini sampai dengan penerbitan sertifikat, akan tetapi saat ini hanya sebatas pemetaan. Hal itu disebabkan saving anggaran akibat pandemi wabah Covid-19 yang masih melanda Indonesia saat ini.

"PTSL PLHN tidak sampai dengan proses sertipikasi tanah, hanya sebatas pengukuran dan pemetaan. Tahun 2021 Insya Allah diusahakan akan ditindaklanjuti lagi," pungkasnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved