Breaking News:

Plgub Jambi 2020

KPU Sarolangun Catat Ada 41 Ribu Lebih Pemilih Pemula di Pilgub 2020

Setidaknya ada puluhan ribu pemilih baru atau pemilih pemula pada pemilihan 9 Desember 2020 nanti.

Tribunjambi/wahyu
Komisioner KPU Sarolangun, M Anif 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Terdapat pemilih baru pada proses pencoklitan Kabupaten Sarolangun pada tahapan Pilgub Jambi 2020.

Setidaknya ada puluhan ribu pemilih baru atau pemilih pemula pada pemilihan 9 Desember 2020 nanti.

Dijelaskan Komisioner KPU Sarolangun, M Anif bahwa pada tahapan pencoklitan yang masih berlangsung menunjukan adanya jumlah pemilih baru.

Bupati Sarolangun Keluarkan Edaran Larangan Pungli di Kalangan ASN, Ini Sanksinya Jika Melanggar

Inspektorat Terima 31 Laporan Penyaluaran Bansos JPS Pemprov Jambi, Banyak tak Tepat Sasaran

Imbas Lapas Klas IIA Jambi Kelebihan Penghuni, Sering Terjadi Perselisihan di Dalam

Yang mana, pemilih baru ini adalah pemilih pada tanggal 9 Desember nanti telah berusia 17 tahun atau pemilih pemula.

Dari data yang diperoleh sementara dapat dilihat dari jumlah data pemilih keseluruhan antara DPT dan DP4, maka diperoleh hasil 236.956 pemilih dan 79.085 data yang tidak memenuhi syarat (TMS) dan dan terdapat sekitar 41.295 pemilih pemula.

Jika dilihat dari DPT sebelumnya, yaitu 197.503 ditahapan Pileg 2019. Maka asumsi dari proses coklit untuk Pilgub 2020 nanti ada perubahan yang cukup signifikan.

"Ya, jika ditambahkan dari data yang keseluruhan ada 236.956 pemilih, bila dikurangkan dengan jumlah TMS (79.085) dan ditambahkan pemilih pemula, maka jumlahnya 199.165 pemilih pada pilgub nanti. Ada perubahan yang cukup signifikan," katanya.

Menurutnya, data hasil coklit tersebut belum final karena masih dalam proses pengunggahan ke sistem sidalih KPU RI.

"Hasil coklit akan disinkronkan ke sidalih," ujarnya.

Langkah tersebut harus dilakukan untuk memastikan para pemilih atas hasil coklit tersebut apakah terdapat kesalahan atau tidak. Secara sistem, sidalih nantinya akan memproses data apakah adanya data (pemilih) ganda atau tidak.

"Sidalih nanti akan menyaring apakah data ini ganda atau tidak dan itu terlihat dan terbaca oleh sistem. Dan pemilih yang dibawah usia tidak akan bisa masuk. Kemungkinan ada pengurangan atau penambahan sesuai data yang diolah oleh sidalih,"katanya.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved