Kisah Militer RI
Pasukan Baret Merah Pernah Diminta Soeharto Jadi Pelindung Presiden Filipina, Demi Misi Ini Berhasil
Pasukan Baret Merah Pernah Diminta Soeharto Jadi Pelindung Presiden Filipina, Demi Misi Ini Berhasil
TRIBUNJAMBI.COM - Indonesia patut berbangga dari sejarah ini.
Tentara Nasional Indonesia pernah dipercaya sebagai komando tertinggi dalam misi pengamanan negara dari bahaya kudeta di tengah acara besar KTT Asean.
Sepanjang tahun 1980-1987'an negara Filipina dirundung kelam.
Keadaan dalam negeri Filipina bergejolak hebat lantaran rezim diktator korup Ferdinand Marcos.
• Sejarah Kelam Militer Indonesia di 1958, Kopassus Binasakan Teman Sendiri yang Berkhianat ke Negara
• Ayu Ting Ting Diisukan Dekat dengan Pria Ini, Umi Kalsum Bongkar Sosoknya: Kalau Jodoh Gak Kemana
• Mendadak Kunti Jadi Trending Twitter, di Perkebunan Malah Ada Perempuan Peluk Pocong & Kuntilanak
• Viral Ibu Panggil Nama Anaknya yang Hilang di Pohon Bambu, Akhirnya Korban Ditemukan Tanpa Busana
• Aurel Hermansyah Parnoan Soal Hubungannya Dengan Atta Halilintar: Benci Banget Dengan Orang Ketiga!
Tapi nasib sial menghampiri Ninoy Aquino, belum juga keluar dari bandara di Manila ia sudah ditembak mati oleh sniper anak buah Jenderal Fabian Ver, Kastaf Ferdinand Marcos.Lahirlah gerakan rakyat bernama 'People's Power', mereka berdemo menuntut penggulingan rezim Marcos.
Ferdinand Marcos goyah, militer Filipina dibawah kepimpinan Jenderal Fidel Ramos dan Kolonel Juan Ponce kemudian melancarkan kudeta terhadap Marcos.
Ferdinand Marcos tumbang dan ia melarikan diri bersama istrinya keluar negeri.
Tampuk kepresidenan kosong, rakyat kemudian memilih Corazon Aquino (janda Benigno 'Ninoy' Aquino) sebagai presiden baru Filipina.
• Tingkatkan Mutu dan Kualitas, 135 Guru PAUD se-Muarojambi Ikut Diklat Tahun Ini
• Ngaku Wartawan, Wanita Ini Dipidana Tiga Tahun Bui Kasus Penipuan Hingga Korban Rugi Ratusan Juta
• Berkas Usulan Pembebasan Lahan di PTPN VI Kayu Aro Segera Dikirim ke Kementerian
• Download MP3 Lagu Iyeth Bustami Laksmana Raja Dilaut Lengkap Lirik, Plus Panduan Cara Unduh
• Bakri Sebut PAN Jambi Bakal Masuk ke Salah Satu dari Tiga Kandidat Calon
Tapi Corzaon juga menghadapi berbagai ancaman kudeta dan berulangkali kudeta kepadanya dilakukan namun belum berhasil.
Buntungnya lagi pemerintahan Corazon juga dirundung berbagai macam pemberontakan, jadi pemerintah melawan dua hal langsung yaki kudeta dan pemberontakan separatis.
Tahun 1987 Filipina ketiban giliran menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-3.
Dalam KTT itu pemimpin-pemimpin negara di Asia Tenggara akan bertemu di Manila.
Namun keadaan keamanan Filipina yang acak adul tak menentu dan rawan tak menentu membuat para pemimpin ASEAN enggan menghadiri pertemuan tersebut dengan alasan keselamatan.
Indonesia sebagai 'tetua' ASEAN yang melihat hal ini kemudian mengambil inisiatif.
Presiden Soeharto yang kala itu masih memimpin kemudian memerintahkan TNI dibawah kepemimpinan Jenderal L.B Moerdani untuk mengamankan jalannya KTT ASEAN ke-3 di Filipina.

Dikutip TribunJambi.com dari Intisari.com TNI bersiap melaksanakan arahan Soeharto, mereka kemudian membentuk Gugus Tugas pengamanan KTT ASEAN dengan melibatkan semua matra baik laut, udara dan darat.