Penemuan Mayat Termutilasi Membuat Geger, kopassus Dikerahkan dan Temukan Hal Ini
Penemuan sesosok jasad termutilasi di pedalaman Irian Jaya atau sekarang disebut Papua menggemparkan penjuru dunia
TRIBUNJAMBI.COM - Mayat yang hanya tinggal kaki ditemukan di dalam rimbunnya hutan di Papua.
Yang mengejutkan pria tersebut merupakan satu diantara pria terkaya di dunia.
• Sadis, Satu Keluarga Ditemukan Tewas di Dalam Rumah, Jasadnya Telah Membusuk Selama Tiga Hari
• Foto Lawas Agnez Mo dan Zumi Zola Beredar Lagi, Hubungan Mereka 20 Tahun Lalu Terungkap
• Mengenaskan, Darah di Mana-mana, Satu Keluarga Dibunuh di Kecamatan Sukoharjo
Penemuan sesosok jasad termutilasi di pedalaman Irian Jaya atau sekarang disebut Papua menggemparkan penjuru dunia
Kabar yang menghebohkan tersebut membuat Kopassus membuat sebuah tim ekspedis. i
Beberapa bulan sebelum Kopassus diturunkan ke pedalaman Papua, temuan potongan kaki Michael Rockefeller menggegerkan dunia. Isu yang terhembus saat itu, ada suku kanibal di wilayah timur Indonesia.
Kopassus dikirim ke wilayah timur Indonesia, untuk mengecek kebenarannya. Banyak fakta mengejutkan terungkap berkatberka itu.
Peristiwa ini terjadi pada 1961, saat putra raja minyak Amerika Serikat yang super kaya itu hilang saat melakukan ekspedisi ke pedalaman Papua Nugini.
Michael Rockefeller merupakan anggota keluarga Rockfeller, satu di antara keluarga terkaya di dunia.
Sekira dua bulan kemudian, setelah upaya pencarian, jasad Michael Rockfeller hanya ditemukan berupa sepotong kaki yang masih mengenakan sepatu.
Setelah penelitian, berdasar jenis sepatu itulah, sepotong kaki itu kemudian dikenali sebagai jasad dari mendiang Rockfeller.
Keluarga terkaya dunia
John Davison Rockefeller seorang pebisnis Amerika Serikat. Ia memiliki perusahaan minyak Standard Oil, yang menjual minyak di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 dan ke-20.

John D Rockefeller merupakan miliarder pertama dalam sejarah dunia dan dianggap sebagai orang terkaya dalam sejarah Amerika, dan mungkin orang terkaya dalam sejarah dunia.
Dia mendirikan petusahaan Standard Oil (SO) yang bergerak di bidang pertambangan minyak bumi dan penjualan hasil olahannya bersama William A. Rockefeller, kakaknya serta dengan beberapa mitra, yakni Henry Flagler, Jabez A. Bostwick, Samuel Andrews, dan Stephen V Harkness.
Bisnisnya berkembang pesat. Setelah beberapa tahun berbisnis, produk-produk SO (seperti bahan bakar dan kerosin) makin terkenal dan permintaan masyarakat pun makin banyak, sehingga perusahaan inipun menghasilkan keuntungan yang banyak juga. Tercatat, pada masa jayanya, Standard Oil menguasai 90 persen pangsa pasar penjualan olahan minyak bumi di Amerika Serikat.