Breaking News:

Virus Corona di Jambi

Juru Masak di Lokasi PETI Sarolangun Positif Corona, Sempat Dirawat 10 Hari di Rumah Sakit

Yang mana, pasien tersebut bekerja sebagai koki atau juru masak para pekerja di tempat kegiatan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Limun.

IST
Suasana saat razia PETI di Dusung Batu Kerbau Kabupaten Bungo 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Penambahan pasien Covid-19 di Kabupaten Sarolangun ada satu orang yang merupakan warga Kecamatan Singkut.

Warga yang positif itu yakni seorang wanita. Ia dinyatakan positif Covid-19 setelah menerima hasil swab ketiga.

Musrani, Kepala Desa setempat mengaku jika pasien positif itu merupakan warganya.

Pihak Rumah Sakit Sarolangun Malah tak Tahu Perkembangan Covid-19, Wabup Menyangkan Hal Ini

Geramnya Anang Hermansyah Lihat Ashanty Beli Tanah Tanpa Izin dan Ungkit Soal Tas: Mau Hidup Sendiri

Di Tanjabtim Masih Terdapat Puluhan Desa Masuk Kategori Blankspot, Ini Kendalanya

Yang mana, pasien tersebut bekerja sebagai koki atau juru masak para pekerja di tempat kegiatan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Limun.

Ia menerangkan, pasien tersebut kini sudah dirawat di rumahnya karena masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG).

"Perawatan didampingi pihak kesehatan," katanya. Kamis (20/8/2020)

Indikasi pertama pasien tersebut memang terjadi gejala dan demam tinggi di lokasi ia bekerja, yaitu lokasi PETI.

Setelah itu dibawa ke rumah sakit dan dilakukan rapid test dan menunjukan hasil positif.

Dilanjutkan dengan swab terakhir maka hasil menunjukan positif Covid-19.

"Ia sempat dirawat 10 hari di rumah sakit, tapi setelah hasil swab ternyata positif, dan kini dirawat isolasi mandiri di rumah," katanya.

Katanya, dengan adanya pasien tersebut sebelumnya warga tidak menerima adanya pasien tersebut karena diisolasi di rumah.

Karena warga takut akan adanya penyebaran virus di wilayah itu. Namun katanya, saat ini warga sudah menerima adanya warga yang positif itu atas kesepakatan bersamaan.

"Saat ini warga sudah menerima dia diisolasi," ujarnya.

Dalam isolasi mandiri tersebut, pasien memang tinggal bersama dengan anaknya yang masih sekolah.

Namun berdasarkan hasil swab juga, anaknya telah dilakukan uji swab dan menunjukan hasil negatif.

"Anaknya negatif kok, tapi di dalam isolasi mandiri di rumah memang beda kamar. Anaknya juga sudah dikasi tahu agar jaga jarak dengan sang ibu dan patuhi protokol kesehatan," katanya.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved