Positif Corona Tambah 3 Orang

Tak Percaya Covid-19, Warga Geruduk Lokasi Karantina hingga Ini yang Terjadi Selanjutnya!

Akibat berita yang tak bisa dipercaya, banyak orang yang meragukan pandemi Covid-19.

Editor: Heri Prihartono
Xinhua/Xiong Qi
Anggota staf RS memberikan hormat kepada pasien virus corona yang sembuh dan telah menyelesaikan 14 hari karantina di pusat rehabilitasi di Wuhan pada tanggal 10 Maret 2020. 

TRIBUNJAMBI.COM - Akibat berita yang tak bisa dipercaya, banyak orang yang meragukan pandemi Covid-19.

Hal ini membuat masyarakat mengabaikan protokol kesehatan Covid-19 yang ditetapkan pemerintah.'

Padahal sejatinya Covid-19 tetap berbahaya dan harus dicegah penyebarannya melalui ketaatan terhadap protokol kesehatan.

Lakukan Amalan Sunah di Bulan Muharram, dan Sejarah Hijrah Nabi SAW, Asyura dan Tragedi Karbala

Hal ini yang dikisahkan Dokter Ary Subandrio yang mengabdikan dirinya merawat sejumlah pasien Covid-19 di Gedung Karantina Kampung Salak, Kota Sorong, Papua Barat.

Ari bertugas sejak awal kasus Covid-19 mulai di temukan di Kota Sorong, sekitar enam bulan lalu.

Menurut Ary, tak hanya berurusan dengan penyakit, tenaga medis juga dihadapkan pada belum matangnya pemahaman masyarakat terkait penularan Covid-19.

Alasan penjemputan karena ruangan kecil dan makanan tak sesuai 

Ary mengatakan, baru kali pertama menyaksikan sendiri warga menggeruduk gedung karantina yang seharusnya steril.

Apalagi, mereka datang dengan kondisi tak percaya keluarganya terpapar Covid-19.

"Selama bertugas baru pertama kali saya melihat ada sekelompok warga yang hendak masuk ke kawasan karantina Kampung Salak untuk menjemput keluarganya yang terjangkit Covid-19," kata Ary, Jumat (14/8/2020).

Keluarga pasien hendak menjemput orangtuanya yang menjalani karantina di gedung itu.

Mereka ingin memindahkan orangtuanya ke hotel.

Ini Hasil FP3, Maverick Vinales Tercepat

"Alasan pihak keluaga karena kondisi ruangan terlalu kecil dan menu makanan yang disajikan tidak sesuai kondisi pasien," ujar dia. 

Berhasil digagalkan

Aksi menegangkan tersebut, tutur Ary, dapat dikendalikan setelah tim medis meyakinkan keluarga pasien.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved