Positif Jambi Tambah 7
Pengakuan Relawan Setelah Disuntik Vaksin Covid-19, Tertidur Pulas Dari Sore Hingga Pagi Hari
Ribuan relawan sudah disuntik vaksin Covid-19 pada Selasa (11/8/2020) di RS Pendidikan Universitas Padjadjaran.
"Sudah, tadi 19 sesuai dengan swab kemarin, kemarin kan 21 diswab, tapi yang datang 19, mungkin yang tadi satu kurang sehat," ujar Kusnandi, saat ditemui di RSP, Unpad, Selasa (11/9/2020).
Setelah mendapat suntikan pertama kata dia, 14 hari kemudian 19 relawan itu harus kembali datang ke RSP untuk mendapat suntikan kedua.
• Ketika Sri Mulyani Teringat Kenanganan Tukang Mebel 22 Tahun Silam Yang Sekarang Jadi Presiden
• Kabar Buruk Pertamina Akan Hapus Pertalite hingga Premium Digantikan BBM Lain, Kata Pemerhati Energi
• Putera Amein Rais Ribut Dengan Wakil Ketua KPK, Tak Terima Disuruh Matikan Handphone Saat di Pesawat
Setelah dua kali disuntik, kata dia, baru enam bulan kemudian dicek lagi. "Jadi habis dua kali suntik diambil darah, terus akhirnya diperiksa lagi darahnya," katanya.
Dalam uji vaksin tahap ketiga ini, kata dia, ada dua efek samping yang akan dirasakan oleh relawan yakni lokal dan sistemik.
"Kalau lokal bengkak, berapa besar bengkaknya, nanti kita lihat, kalau sistemik, panas, berapa panasnya, jadi gitu, mereka semua lapor," ucapnya.

Kusnandi memastikan tidak ada istilah gagal dalam uji vaksin ini. Sebab, kata dia, ini merupakan uji klinis tahap ketiga.
"Diduga selama ini enggak ada efek sampingnya, kan ini yang ketiga, kalau banyak efek sampingnya dari dulu sudah tidak bisa lagi, sekarang ketiga," katanya.
Selain di Indonesia, kata dia, ada sejumlah negara lain seperti India, Brazil, Bangladesh, dan Turki yang sama-sama mengembangkan vaksin Covid-19 ini.
Lagi pula, kata dia yang menentukan gagal atau tidaknya vaksin itu WHO.
• Prediksi Pertandingan Barcelona Vs Bayern Munchen di Perempat Final Liga Champions 2020
"Tidak ada orang yang bisa ngomong ini gagal, yang bisa cuma WHO, karena kalau vaksin itu komitmen global, karena akan diberikan kepada semua orang, jadi yang bertanggung jawab adalah WHO, makanya di beberapa tempat," ucapnya.
Jokowi Yakin Vaksin Segera Diproduksi Bio Farma
Masyarakat di Indonesia bakal menjadi prioritas penyaluran vaksin Covid-19 yang tengah dikembangkan oleh PT Bio Farma.
Direktur Utama PT Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan, saat ini vaksin tersebut masih dilakukan uji klinis dan menunggu izin produksi dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
"Prioritas untuk dalam negeri dulu," ujar Honesti Basyir, saat ditemui di Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Padjadjaran, Jalan Eyckman, Kota Bandung, Selasa (11/9/2020).
• Lengkap Jadwal Semifinal Piala Europa, Sevilla Vs Manchester United, Inter Milan Vs Shakhtar Donetsk
• Sri Mulyani Janjikan Handphone dan Pulsa Gratis untuk Siswa Namun dengan Syarat Ini
Diperkirakan, kata dia, nantinya bakal ada sekitar 160 juta masyarakat Indonesia yang diprioritaskan untuk mendapatkan vaksin.