Anggotra Ditresnakoba Amankan Empat Pengedar Sabu-sabu di Kawasan Kampung Tangguh Anti Narkoba
Empat orang pengedar narkotika jenis sabu-sabu di dibekuk Tim Khusus (Tim Sus) Ditresnarkoba Polda Jambi, Jumat (7/8)
Penulis: Aryo Tondang | Editor: Rahimin
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Aryo Tondang
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Empat orang pengedar narkotika jenis sabu-sabu dibekuk Tim Khusus (Tim Sus) Ditresnarkoba Polda Jambi, Jumat (7/8) pukul 19.30 WIB lalu saat sedang bertransaksi.
Tanpa perlawanan berarti, empat orang tersangka laki-laki, yakni A, H, R dan H angsung digelandang ke Mapolda Jambi, saat sedang berkumpul di kawasan Legok, Danau Sipin.
Dari tangan tersangka petugas mendapat barang bukti 9 paket kecil sabu-sabu, satu linting ganja, alat hisap sabu-sabu atau bong, satu unit timbangan serta satu unit sepeda motor Kawasaki milik satu diantara tersangka.
• Sidang Tahunan, Jokowi Pakai Baju Adat NTT, Maruf Pakai Setelan Jas Warna Hitam
• Guru Besar Unhas Prof Sudirman Mendadak Meninggal Dunia, Akad Nikah Anak Berubah Duka
• DPRD Provinsi Jambi Gelar Sidang Paripurna Peringatan HUT RI Dengan Standar Protokol Kesehatan
Dirresnarkoba Polda Jambi, Kombes pol Dewa Putu Gede Artha menuturkan, penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat, bahwa lokasi beberapa kali terjadi transaksi sabu-sabu.
Mendapat informasi, pihaknya langsung melakukan penelusuran, dan benar saja, petugas langsung meringkus empat orang pengedar.

"Itu berdasarkan informasi masyarakat, bahwa masih ada transaksi sabu-sabu, makanya tim kita bergerak," kata Putu, Jumat (14/8) pagi.
Meski program kampung tangguh anti narkoba, sudah digaungkan disejumlah kawasan termasuk Danau Sipin dan Pulau Pandan, Dewa tidak menampik, bahwa masih adanya transaksi gelap sabu-sabu.
• Apa yang Harus Dilakukan Jika Lulus SBMPTN 2020? Link Cek Pengumuman Kelulusan SBMPTN
• Politik Identitas Lebih Berbahaya Dari Politik Uang, Contohnya di Pilkada DKI Jakarta 2017 Lalu
• Peringatan Dini BMKG Jumat (14/8) - Wilayah Ini Waspada Hujan Lebat Disertai Kilat/petir
Dewa menjelaskan, setelah kampung tangguh anti narkoba dicanangkan, peredaran sabu-sabu mengalami penurunan, khususnya di Pulau Pandan.
"Memang setelah program kampung tangguh kita jalankan, masih ada beberapa yang menjajal bisnis tersebut, seperti Danau Sipin dan Desa Kayu Aro, tapi sudah jauh menurun, seperti kawasan Pulau Pandan, itu drastis penurunannya," kata Dewa.