Berita Tanjab Barat
Dampak Covid-19, Pedagang Bendera Merah Putih Di Tanjab Barat Mengeluh Sepi Pembeli
Salah seorang penjual bendera musiman dedek mengaku menurunnya pembelian bendera pada tahun ini karena terpengaruh pandemi Covid-19.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Jelang peringatan HUT RI ke 75, sejumlah pedagang musiman yang menjual bendera merah putih tidak seramai tahun lalu. Bahkan omzet yang didapatkan pedagang yang tetap berjualan sangat turun drastis.
Ini merupakan dampak dari berkurangnya berbagai kegiatan untuk perayaan 17 Agustus karena pandemi Covid-19. Diakui sejumlah pedagang omzetnya menurun hingga 50 persen
Salah seorang penjual bendera musiman di Kabupaten Tanjabbar, Dedek mengaku menurunnya pembelian bendera pada tahun ini karena terpengaruh pandemi Covid-19.
• Bendera Merah Putih Dijadikan Mas Kawin, Pasangan Ingin Mengenang Perjuangan Menikah di saat Pandemi
• Peringkat 8 se-Indonesia, Kota Sungai Penuh Paling Rawan Ketidaknetralan ASN Dalam Pilkada
• Peserta CPNS Muarojambi Dipermudah, Boleh Menentukan Lokasi Ujian SKB Sesuai Domisili
Penjual bendera musiman jelang HUT RI tahun sebelumnya sehari mampu menjual rata-rata diatas 30 bendera, kini hanya 15 bendera.
"pembeli sepi karena dampak covid-19 dan bendera merah putih hingga kini permintaan masih sepi bahkan sehari hanya terjual 15 hingga 20 bendera saja, itu pun tidak setiap hari," sebut Dedek, Selasa (11/8/2020).
Jika berkaca pada tahun lalu, kata Dedek biasanya seminggu sebelum perayaan HUT RI permintaan bendera merah putih meningkat drastis penjualannya, akan tetapi tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya.
"Biasanya masuk Agustus penjualan bendera serta atribut bisanya mencapai ratusan lembar sehari dan permintaan didominasi oleh perkantoran atau perusahaan, kalau sekarang masih sepi pembeli atribut bendera merah putih," ujarnya.
Hal senada juga dikatakan, Alvian biasanya omsetnya bisa mencapai Rp 500 ribu namun sekarang hanya Rp 100 ribu dalam satu hari. Menurutnya ini sangat jauh berbeda dengan penjualan pada tahun sebelumnya.
"Saya dan pedagang bendera lainnya tetap optimis menjajakan dagangan nya hingga menjelang HUT RI 17 Agustus mendatang berharap ramai pembeli," pungkasnya.