Berita Internasional
Trump Dapat Peringatan agar Tak Sembrono! Bila Pecah Perang dengan Tiongkok Bisa Bikin AS Jongkok
Trump Dapat Peringatan agar Tak Sembrono! Bila Pecah Perang dengan Tiongkok Bisa Bikin AS Jongkok
TRIBUNJAMBI.COM - Konflik dua negara kuat, China dan Amerika Serikat jadi sorotan dunia hingga kini.
Keduanya sama-sama dikenal sebagai negara adidaya dengan kekuatan militer negaranya yang sangat garang.
Dalam hal kekuatan militer secara keseluruhan, siapa yang lebih kuat, China atau Amerika Serikat?
Dari data yang ada, dapat dipastikan bahwa Amerika Serikat (AS) lebih kuat dari China.
Namun, jika menyangkut perairan pesisir China, kekuatan maritim China ditambah kekuatan tempur darat vs kekuatan maritim AS, sulit untuk mengatakan pihak mana yang lebih kuat.
Bila perang belum pecah, maka belum ada kepastian siapa yang lebih unggul.
• SEDANG BERLANGSUNG! Kaulifikasi MotoGP Ceko 2020, Sirkuit Brno, Rossi Berpeluang Catat Rekor Baru?
• Haico Van Der Veken Miliki Sisi Keibuan, Sang Ibu Sambung Sebut Anaknya Pernah Ingin Nikah Muda
• Baca Cara Cetak Kartu Peserta Tes SKB CPNS Formasi Tahun 2019
• Daftar Amalan di Bulan Muharram, Puasa hingga Memakai Celak
Pemimpin redaksi media China, Global Times, Hu Xijin dalam tulisannya mengatakan, jika menyangkut kepentingan inti China, Taiwan, misalnya, melewati batas atau garis merah China, karena didorongan AS dan mengarah pada pertarungan militer, maka pada saat itu akan ada adu kekuatan.
"Siapa yang berada di atas angin dalam situasi itu?"
"Itu adalah kombinasi dari kekuatan militer ditambah moralitas ditambah keinginan untuk bertempur," tulisnya.
Karena itu, Xijin mengatakan, AS harus diingatkan untuk menjauhkan diri dari kepentingan inti China.
• Jadi Pesaing Ponakan Prabowo di Pilkada Tangsel, Presenter Ramzi Ngaku Siap Tinggalkan Dunia Artis
• MotoGP Republik Ceska - Fabio Quartararo Akui Kalah Cepat dari Franco Morbidelli
• Peringatan Ibu Richard Kyle ke Anaknya Tentang Erick Iskandar Sebelum Meminang Jessica Iskandar
Jangan bermain-main dengan api di lepas pantai China.
Jangan benar-benar memicu konflik atas Taiwan, dan jangan berlebihan di Laut China Selatan.
"Jika pemerintahan Trump hanya ingin menciptakan ketegangan China-AS untuk membantu kampanye pemilihan ulangnya, dan tidak benar-benar siap untuk pertarungan militer, maka berhati-hatilah selama beberapa bulan ke depan, dan jangan melangkah terlalu jauh," tulis Xijin.
Xijin mengatakan, China jelas tidak menginginkan perang.
• Pemprov Jambi Siapkan Rp 211 Miliar, Serapan Dana Covid-19 di Jambi Masih Jauh dari Anggaran
• TNI AD Buka Penerimaan Bintara PK, Cek Syarat dan Batas Waktu Pendaftaran Berikut
Ia menyarakan agar dalam situasi apa pun militer Tiongkok tidak boleh melepaskan tembakan pertama.Tapi Xijin yakin China akan bersiap dengan baik untuk melepaskan tembakan kedua sebagai respons terhadap tembakan pertama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/militer-china-xinhua.jpg)