Pilkada Serentak 2020

Pesan Mendagri, Jangan Pilih Calon Kepala Daerah Yang Tak Punya Gagasan Menangani Pandemi Covid-19

Tito mengimbau masyarakat agar tidak memilih calon kepala daerah yang tidak memiliki gagasan di dalam menangani pandemi Covid-19.

Editor: Rahimin
Tribunnews.com/Vincentius Jyestha
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Kemendagri 

TRIBUNJAMBI.COM - Calon kepala daerah yang maju di Pilkada Serentak 2020 di saat pandemi Covid-19 ini, diharapkan punya gagasan dalam menangani pandemi ini. 

Hal itu dikatakan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Untuk hal ini, Tito mengimbau masyarakat agar tidak memilih calon kepala daerah yang tidak memiliki gagasan di dalam menangani pandemi Covid-19.

"Kalau enggak punya gagasan (soal Covid-19), jangan dipilih," kata Tito saat memberikan pengarahan terkait Pilkada 2020 di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, seperti dilansir dari Kompas.id, Rabu (5/8/2020).

Kemenkumham Sahkan Partai Berkarya Pimpinan Muchdi PR, Pengamat: Kubu Kritis Bakal Tersingkir

Jokowi Keluarkan Inpres, Perintahkan Kepala Daerah Beri Sanksi Terhadap Pelanggar Protokol Kesehatan

KPU Beri Keleluasan Calon Kepala Daerah Kampanye Melalui Iklan di Media Massa

Menurut dia, Pilkada 2020 seharusnya menjadi momen penting bagi calon kepala daerah untuk adu gagasan dalam penanganan Covid-19.

Oleh karena itu, Kemendagri telah berkomunikasi dengan Komisi Pemilihan Umum untuk memasukkan isu Covid-19 di dalam tahapan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020.

Debat kandidat secara terbuka, menurut Tito, bisa menjadi ajang pembuktian gagasan tersebut.

Pilkada Serentak 2020
Pilkada Serentak 2020 (Warta Kota)

Langkah ini penting diambil karena pandemi Covid-19 dinilai belum akan selesai dalam waktu dekat.

"Masih ada pemerintah daerah yang tidak mau menangani Covid-19 dengan serius. Padahal, tanpa kerja sama daerah, apa yang dilakukan pemerintah pusat tidak akan maksimal," katanya.

Di sisi lain, Tito mengusulkan agar para kandidat dapat mengganti alat peraga kampanye yang biasa digunakan seperti spanduk dan baju dengan masker atau cairan antiseptik pencucui tangan.

Keponakan Jusuf Kalla Diusung Demokrat di Pilkada Makassar, Pernah Kalah Lawan Kotak Kosong 2018

Dicecar Najwa Soal Titipan Partai Jadi Komisaris BUMN, Erick Thohir Sebut Nama Politikus PDIP

Berapa Kekayaan Soeharto? Tommy Tumbang dari Pimpinan Partai Berkarya

Dengan demikian, warga tidak hanya mengenal calon kepala daerah, tetapi juga menyadari pentingnya melawan pandemi Covid-19.

Ia pun optimistis, pilkada serentak yang digelar di 270 daerah tidak akan menjadi klaster baru penularan Covid-19 selama protokol kesehatan diterapkan.

Mendagri Tito Karnavian
Mendagri Tito Karnavian (Dok Puspen Kemendagri)

Kampanye yang mengundang kerumunan dan konvoi, misalnya, tidak dibolehkan. Adapun rapat akbar hanya boleh dihadiri maksimal 50 orang dan mengenakan masker.

Berbagai aturan tersebut akan menjadi menjadi instrumen pengawasan Bawaslu.

Update Harga Motor Honda di Jambi - DP Ringan dan Potongan Angsuran Honda Matik, Motor Bebek, Sport

Promo J.CO Bulan Agustus 2020 - Mau J Clubs, Donat atau JCool?

Park Seo Joon dan Park Bo Young Akan Jadi Suami Isti di Film Concrete Utopia, Mulai Syuting 2021

"Kalau ada yang melanggar, Bawaslu bisa bertindak dengan menegur, bahkan sampai diskualifikasi jika pelanggarannya berulang," katanya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mendagri: Jangan Pilih Kepala Daerah yang Tidak Tangani Covid-19",

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved