Kucing jadi Kurir Narkoba hingga Dijebloskan ke Penjara, Saat Kabur Petugas Jaga Rutan Panik!
Srilanka kucing-kucing ini dilatih bukan untuk mengirim surat, tapi sebagai kurir narkoba.
TRIBUNJAMBI.COM - Srilanka kucing-kucing ini dilatih bukan untuk mengirim surat, tapi sebagai kurir narkoba.
Secara mengejutkan kucing diperalat jadi kurir narkoba hingga aksinya ketahuan.
Dilansir Sosok.ID dari AFP via Kompas.com, Selasa (4/8/2020)aksi penyelundupan narkoba ini terjadi di Penjara Welikida, Srilanka, India pada Sabtu (1/8/2020).
Diketahui, Penjara Welikada adalah salah satu rumah tahanan kelas kakap di India yang memiliki tingkat keamanan tertinggi.
Namun, tingkat keamanan rutan ini mendadak jadi pembicaraan setelah seekor kucing terpergok menyelundupkan narkoba dan sebuah kartu memori.
Sumber dari kepolisian menyebutkan mereka menemukan 2 gram narkoba jenis heroin, dua kartu SIM dan sebuah katu memori.
• Foto Mengerikan Ledakan Beirut Lebanon, 50 Orang Dikabarkan Tewas, Ribuan Orang Terluka
Mengutip Kompas.com, semua benda ini ditemukan petugas terikat pada kalung leher sang kucing.
Diduga, kucing digunakan sebagai kurir narkoba lantaran keberadaannya yang tidak terlalu diperhatikan oleh para sipir.
Setelah menemukan benda-benda tersebut pada tubuhnya, kucing ini sempat ditahan petugas di salah satu ruangan sel.
Melansir media Sri Lanka, Aruna, menariknya, kucing yang dijadikan kurir penyeludup ini kabur dari sel-nya pada keesokan harinya, Minggu (2/8/2020).
• Jadwal Liga Champions dan dan Liga Europa Pekan Ini, Tayang Siaran Langsung SCTV
Kaburnya kucing penyelundup ini dikabarkan sempat membuat geger para petugas.
Pasalnya, kucing tersebut adalah satu-satunya petunjuk terkait pengedar.
Dikutip Sosok.ID dari Kompas.com, diketahui beberapa pekan belakangan, Penjara Welikada melaporkan adanya peningkatan penyelundupan narkoba ke tahanan.
Kabar itu terjadi di tengah upaya pemerintah negara di Asia Selatan tersebut dalam memerangi peredaran narkotika hingga obat terlarang.
• Update Bursa Transfer Liga Inggris Agustus 2020, Man United, Man City, Chelsea dan Liverpool
Malah, detektif yang seharusnya meringkus para pengedar dilaporkan malah menjual kembali barang haram yang telah mereka sita.