Breaking News:

Berita Tanjab Timur

Ekspor Udang Ketak ke Luar Negeri Masih Lumpuh, Nelayan Tanjabtim Terpaksa Bermain di Pasar Lokal

Di antaranya para nelayan udang ketak yang berada di Kecamatan Kuala Jambi Tanjabtim. Saat ini para nelayan sudah mulai merasa lega, karena para toke

Tribunjambi/Abdullah Usman
Salah satu usaha udang ketak di Kuala Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Di masa new normal, ekspor udang ketak ke luar negeri masih lumpuh. Para nelayan terpaksa hanya bermain di pasar antar provinsi dan ibu kota.

Di antaranya para nelayan udang ketak yang berada di Kecamatan Kuala Jambi Tanjabtim. Saat ini para nelayan sudah mulai merasa lega, karena para toke penampung sudah mau menerima hasil tangkapan nelayan.

Namun meskipun begitu, para tauke penampung tidak bisa mengekspor udang ketak tersebut ke luar negeri, seperti China. Sebab, saat ini virus corona masih berkembang di sana, sehingga jalur pengiriman masih ditutup.

14 Sertifikat Halal Diserahkan ke Pelaku Usaha di Jambi, 13 Masih Menunggu

Buruan Klaim Kode Redeem FF Free Fire Hari Ini 5 Agustus 2020 Sebelum Kadaluwarsa, Cek Kode di Sini

BPS: Fenomena Pertumbuhan Ekonomi Jambi di Bawah Angka Nasional

"Untuk pasar internasional belum bisa dilakukan (belum normal), saat ini hanya menyasar pasar lokal seperti Provinsi atau Kota tetangga," ujar Atta satu dari nelayan udang ketak di Kecamatan Kuala Jambi, Rabu (5/8/2020).

Lebih lanjut dikatakannya, semua jalur pengekspor ke luar Negeri semuanya belum dibuka. Mengingat saat ini di beberapa negara masih memperketat penyebaran Covid-19.

"Katanya di China klaster corona masih berkembang di sana, jadi belum ada yang buka pengiriman barang. Selain China, terkadang kita ekspor juga ke Singapore," katanya.

Untuk saat ini saja, pihaknya mengekspor Udang Ketak hanya ke dalam negeri, seperti ke Kota Batam dan Jakarta. Ekspor yang hanya sebatas didalam negeri ini, juga berdampak kepada harga.

"Harga Udang Ketak yang besar dihargai Rp 40 ribu, dibandingkan sebelumnya harga itu turun dari Rp 50 ribu," ujarnya.

"Sebenarnya harga ini sudah lumayan untuk nelayan jika dibandingkan waktu sebelum diberlakukannya new normal. Setidaknya nelayan ada penghasilan," sambungnya.

Senada juga disampaikan Anuar, salah satu nelayan udang ketak. Diungkapkannya, saat ini hasil tangkapan nelayan sudah lumayan banyak, ditambah dengan harga yang juga lumayan.

"Kalau waktu sebelum new normal harga turun drastis. Sehingga nelayan tidak bisa menjual hasil tangkapannya. Alhamdulillah sekarang penampung sudah ngambil lagi udang ketak, dan harganya juga lumayan," ungkapnya.

Para nelayan berharap, pandemi Covid-19 bisa cepat berlalu. Dan negara tujuan pengekspor membuka jalur pengiriman. Sehingga harga udang ketak pun kembali normal dan membaik.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved