Breaking News:

Human Interest Story

Bantu Perekonomian Keluarga, Cerita Leo, Bocah Penjual Tisu di Simpang Lampu Merah Jelutung

Berkat penjual tisu ini, Anda pun dapat dengan mudah membeli tisu dan dapat membersihkan tangan dari sesuatu serta mengeringkan keringat.

Tribunjambi/Ade Setyawati
Bocah penjual tisu di Kota Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Jika melintasi persimpangan lampu lalu lintas di Simpang Jelutung, Kecamatan Jelutung Kota Jambi, Anda kerap berjumpa dengan penjual tisu.

Mereka kerap berdiri di persimpangan tersebut sambil menawarkan tisu-tisunya kepada para pengendara sepeda motor maupun mobil.

Berkat penjual tisu ini, Anda pun dapat dengan mudah membeli tisu dan dapat membersihkan tangan dari sesuatu serta mengeringkan keringat.

Pembakar Lahan di Desa Pantai Gading Ditangkap

Kasus Pencemaran Nama Baik dan Ujaran Kebencian, Jerinx SID Berpeluang Jadi Tersangka, Ini Jelasnya

Gugatan Cerai Didominasi Perempuan, Suami Diklaim Tak Penuhi Kebutuhan Rumah Tangga

Bisa dijadikan perhatian yaitu penjual tisu tersebut merupakan anak dibawah umur. Mereka menjajakan tisu untuk meraup sedikit uang.

Satu di antara penjual tisu yakni Leo. Ia anak yang berjualan tisu di lampu merah Simpang Jelutung, Kecamatan Jelutung Kota Jambi.

Leo bekerja mencari uang untuk membantu kebutuhan keluarganya.

Ia berjualan tisu setiap harinya dan kadang terjual habis kadang bersisa.

Jika habis, ia bisa meraup Rp 100 ribu. Itu sudah termasuk modal untuk membeli tisu lagi.

"Biasanya saya berjualan tisu di lampu merah Simpang Jelutung. Mulai jualan sepulang sekolah sekitar habis Salat Zuhur, dan pendapatan perhari tidak menentu," jelasnya, Rabu (5/8/2020).

Untuk pendapatan yang ia dapat dari menjual tisu tidak menentu, terkadang tisu yang dijual habis dan terkadang juga tidak. Untuk tiga bungkus tisu, katanya dijual dengan harga Rp 10 ribu.

"Pendapatan setiap harinya tidak menentu, dan tisu yang saya jual saya beli dari toko untuk di jual lagi, saya jual tisunya tiga bungkus Rp 10 ribu, untuk keuntungan tidak tentu kalau habis semua dapat Rp 100 ribu termasuk modal," tambahnya.

Ia juga mengatakan, motivasinya untuk berjualan tisu karena ingin membantu perekonomian keluarga yang kurang berkecukupan, karena ibunya juga seorang ibu tunggal yang menghidupi 4 orang anaknya.

Penulis: Ade Setyawati
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved