Breaking News:

Terjemahan Alquran Bahasa Melayu Jambi

Penerjemahan Alquran ke Bahasa Melayu Jambi, Perspektif Moderat dan Ilmiah Penting

Produk-produk yang dihasilkan, termasuk terjemahan Alquran ke dalam bahasa daerah, harus mencerminkan cara pandang tersebut.

Tribunjambi/mareza
Suasana FGD dalam guna validasi penerjemahan Alquran ke dalam bahasa Melayu Jambi, Selasa (4/8/2020) 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kementerian Agama mendukung keberagamaan yang moderat dan berbasis ilmu pengetahuan.

Produk-produk yang dihasilkan, termasuk terjemahan Alquran ke dalam bahasa daerah, harus mencerminkan cara pandang tersebut.

Kepala Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi (LKKMO), Balitbang Kementerian Agama RI, Muhammad Zain, ketika menjadi narasumber dalam kegiatan Diskusi Kelompok Terpumpun atau FGD Pembahasan Draf Validasi Penerjemahan Alquran ke Dalam Bahasa Melayu Jambi menjelaskan, penerjemahan Alquran ke dalam bahasa Melayu Jambi memang perlu memperhatian dua konteks, yaitu Arab tempat Alquran diturunkan dan Melayu Jambi sebagai bahasa sasaran.

Jadwal Siaran Langsung Liga Champions Live SCTV, Man City vs Madrid & Barcelona vs Napoli

Sudah Tahu Luar Dalam, Jessica Iskandar Senyum-senyum Saat Ditanya Soal Hal Ini tentang Richard Kyle

Perang Dagang AS vs China Sementara Dimenangi Negeri Paman Sam yang Rebut TikTok, Ini Kata Beijing

Meski demikian, komitmen terhadap nilai-nilai moderat dan pengetahuan modern harus juga ditonjolkan.

“Jadi yang kita inginkan adalah terjemahan Alquran dalam versi orang Melayu Jambi yang maju,” kata Zain.

Karena itu, Zain menekankan, para penerjemah dan validator perlu memperkaya dengan banyak karya tafsir, tidak hanya yang membahas Alquran kata per kata, tapi juga yang tematik (maudhu’i) dengan perspektif ilmiah atau tafsir al-‘ilmi.

Zain memberikan contoh penafsiran yang dilakukan oleh pemikir modernis Mesir, Muhammad ‘Abduh, terhadap Q.S. al-Fīl (105): 4.

Di dalam tafsirnya, ‘Abduh memberikan alternatif pemaknaan baru bahwa tentara bergajah Abrahah diserang oleh bakteri atau virus.

Pemaknaan ini tentu saja lebih sesuai dengan cara pandang modern dan ilmiah.

Menurut Zain, pemaknaan baru atas ayat Alquran adalah sesuatu yang lumrah.

“Kata zarrah, misalnya, pernah diartikan benda kecil seperti rambut dibelah tujuh, dan belakangan menjadi atom, kemudian molekul," ujarnya.

Hal lain yang juga ditekankan Zain menyangkut penerjemahan ayat-ayat terkait agama Abrahamik, yang perlu mencari titik-temu atau berangkat dari persamaan, bukan perbedaan.

UIN STS Jambi Terjemahkan Alquran dalam Bahasa Melayu Jambi, Saat Ini Sedang Divalidasi

Menolak Dieksekusi, Pemilik Warung Klontong di Lokasi Illegal Drilling Ini Cekcok dengan Petugas

“Penerjemahan kafara menjadi kafir atau kufur akan punya nuansa yang berbeda,” tambahnya.

Proses penerjemahan Alquran ke dalam bahasa Melayu Jambi telah dimulai sejak tahun lalu.
Hasil terjemahannya yang telah selesai tahun itu, sedang dalam tahap validasi.

Dalam penerjemahan tersebut, Puslitbang LKKMO bekerja sama dengan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Penulis: Mareza
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved