Breaking News:

Bandingnya Ditolak dan Tetap Dihukum 8 Tahun, Mantan Dirut Garuda Indonesia Ajukan Kasasi ke MA

Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Emirsyah Satar akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung atas hukuman yang diberikan kepadanya.

TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar 

TRIBUNJAMBI.COM - Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Emirsyah Satar akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung atas hukuman yang diberikan kepadanya.

Sebelumnya, Emirsyah Satar mengajukan permohonan banding. Namun, bandingnya ditolak Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Ia mengajukan banding terkait vonis 8 tahun yang diterimanya dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

"Menguatkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tanggal 8 Mei 2020 Nomor 121/Pid.Sus-Tpk/2019/PN.Jkt.Pst yang dimintakan banding tersebut," begitu bunyi putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta seperti yang dikutip KONTAN, Senin (3/8).

Pertengahan Agustus Gaji ke13 Bagi PNS, TNI, Polri dan Pensiunan Cair, Ini Syarat & Cara Mengurusnya

Kiwil dan Rochimah Kompak Bongkar Tabiat Meggy Wulandari, Terbukti Istri Kedua Penuh Kebohongan

Ketika Jokowi dan Sejumlah Menteri Sedang Rapat di Istana Tertangkap Kamera Tak Pakai Masker

Tak ingin menyerah, Kuasa Hukum Emirsyah Satar, Luhut Pangaribuan memstikan kliennya akan mengajukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

“Pak ES (Emirsyah Satar) sudah menyatakan akan mengajukan kassi,” kata Luhut kepada kontan.co.id, Senin (3/8).

Luhut bilang upaya kasasi dilakukan untuk mencari keadilan lantaran kliennya tak pernah aktif dalam melakukan pengadaan di Garuda Indonesia seperti yang didakwakan. “Jadi ada yang salah dalam penerapan hukum,” kata dia.

 EMIRSYAH SATAR
EMIRSYAH SATAR (ANTARA FOTO/ZARKONI MAKSUM)

Luhut juga bilang tidak ada upaya menyembunyikan dari klienya atas segala pemberian dari Soetikno Soetikno Soedarjo karena keduanya memang bersahabt baik.

Apalagi, Luhut memastikan tidak ada kerugian negara dalam kasus ini, namun anehnya putusan ini memerintahkan kliennya membayar uang pengganti.

Seperti diketahui, Emirsyah mendapat hukuman 8 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar subsider 3 bulan kurungan oleh Pengadilan Tipikor. Emirsyah terbukti menerima suap terkait pengadaan pesawat dan mesin dari Airbus dan Rolls-Royce, serta tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Pembunuhan Sadis di Jombang, Suami yang Pulang dari Amerika Bunuh Istri yang Ketahuan Selingkuh

1 Anggota DPD Dari Bengkulu Positif Corona, Sebagian Karyawan Bank Indonesia Juga Terpapar

Ramai Tuai Cibiran Tapi Tak Kunjung Minta Maaf, Anji Disentil Chef Arnold: Anda Sadar Nggak Sih?

Kapolri Rotasi Sejumlah Kapolda, Syafril Nursal Jenderal Bintang Dua Kelahiran Kerinci Ikut Diganti

Selain kurungan dan denda, Emirsyah juga dijatuhi hukuman pidana membayar uang pengganti sebesar SG$ 2.117.315,27 selambat-lambatnya satu bulan setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap atau subsider 2 tahun kurungan.

Emirsyah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 12 huruf b Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 65 ayat (1) ke-1 KUHP sebagaimana dakwaan alternatif kesatu-pertama.

Emirsyah juga terbukti bersalah melakukan TPPU sebagaimana Pasal 3 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 65 Ayat (1) ke-1 KUHP dalam dakwaan kedua.

Artikel ini telah tayang di kontan.co.id dengan judul Banding kandas, Emirsyah Satar ajukan kasasi ke MA

11 Wanita Terlanjur Kirim Foto Telanjang ke Sopir Angkot Berharap, Diberi Kerja Ternyata Disetubuhi

Komunitas Sosial Pendidikan Jambi, Membina Kaum Marginal Hingga Suku Anak Dalam

Suami Bunuh Istri, Gegara Sudah Transfer Gaji Senilai Rp 2 Miliar, Tapi Rumah Tak Sesuai Harapan

Editor: rahimin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved