Pembangunan Pabrik Semen Batu Raja di Sarolangun Ditunda, Ini Penjelasan Kepala Dinas ESDM

Namun dari sisi pertambangan, saat ini pihak perusahaan dalam tahap izin pertmbangan eksplorasi, dan penyelesaian izin untuk naik ke tahap pertambanga

TRIBUNJAMBI/ZULKIFLI
Kepala Dinas ESDM Provinsi Jambi Harry Andria 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Investasi pembangunan pabrik Semen Batu Raja di Kabupaten Sarolangun molor. Pihak perusahaan menunda pembangunan pabrik menjadi tahun depan.

Namun dari sisi pertambangan, saat ini pihak perusahaan dalam tahap izin pertmbangan eksplorasi, dan penyelesaian izin untuk naik ke tahap pertambangan produksi.

"Tetap ada progres, mereka sedang menyelesaikan itu nanti supaya bisa naik ke tahap produksi. Kalau sudah naik ke tahap produksi nanti secara paralel mereka membangun pabrik semenya. Tapi ada tembusan ke kami, pabrik semen itu ditundanya karena covid ini, anggaranya dialihkan tahun depan," kata Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Harry Andria, Minggu (2/8/2020).

Di Tengah Pandemi Covid-19 Pengajuan Cerai di Bungo Menurun, Pengadilan Agama Catat 226 Ajuan

Usai Pukul Sang Istri, Samlan Menyerahkan Diri ke Rumah Pak RT

Masih Sah Jadi Istri Kiwil Secara Negara, Meggy Wulandari Bicara Jodoh & Kriteria Calon Imamnya

Lanjut Hary, awalnya pabrik semen yang belokasi di Bukit Bulan Kecamatan Limun Kabupaten Sarolangun ini ditarget akan berproduksi pada tahun 2024.

"Termasuk produksi semennya," sambung Hary.

Dia menambahkan, jika investasi pembanguan pabrik semen ini terwujud maka ini akan menyerap banyak tenaga kerja.

"Doakan ajalah, kalau itu tenaga kerjanya pasti butuh banyak," pungkasnya.

Sementara itu, mengutif dari kontan.co.id VP Corporate Secretary Semen Baturaja, Basthony Santri menjelaskan, dengan mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19 dan adanya oversupply produksi semen nasional.

Semen Baturaja juga melakukan penundaan pelaksanaan sejumlah pengeluaran belanja modal (capex), salah satunya termasuk pembangunan pabrik semen Baturaja III di Bukit Bulan Sarolangun, Jambi tersebut.

Meski tidak menjelaskan secara rinci, Basthony mengatakan emiten pelat merah ini membuka opsi untuk merevisi alokasi belanja modal tahun ini.

“Capex direvisi. Pengeluaran untuk pengembangan dikurangi, diutamakan untuk operasional,” ujar Basthony.

Penulis: Zulkifli
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved