Berita Nasional
Kabareskrim Ungkap Peran Presiden Dibalik Prestasi Polri Dalam Penampakan Buronan Djoko Tjandra
Kabareskrim Ungkap Peran Presiden Dibalik Prestasi Polri Dalam Penampakan Buronan Djoko Tjandra
Dari hasil penelusuran, didapatkan informasi bahwa Djoko Tjandra berada di Kuala Lumpur. Informasi itu kemudian dilaporkan dan ditindaklanjuti oleh Kapolri Jenderal Pol Idham Azis dengan bersurat kepada Polis Diraja Malaysia.
Tak hanya itu, tim juga menyusun strategi untuk menggelar operasi penangkapan terhadap Djoko Tjandra. Strategi itu kemudian turut dilaporkan kepada Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.
"Jadi, 20 Juli yang lalu, saya itu mau mengadakan rapat lintas kementerian dan aparat penegak hukum membuat rencana-rencana penangkapan," kata Mahfud dalam wawancara dengan Kompas TV.
"Tetapi sebelum rapat dimulai, siangnya, sekitar jam 11.30 WIB, Kabareskrim datang ke kantor saya, lapor, polisi siap melakukan langkah-langkah, punya skenario yang harus dirahasiakan," imbuh Mahfud.
• Musibah Buruk Dialami Kekeyi di Hari Raya Idul Adha, Kakinya Diinjak Sapi Hingga Masuk Rumah Sakit
• Djoko Tjandra Sudah Ditangkap, Buronan Harun Masiku Jadi Incaran Polri Selanjutnya Untuk Bantu KPK
• Tak Selalu Sebabkan Kolesterol Tinggi, Ini Manfaat Daging Kambing untuk Kesehatan Ingat Porsi Makan!
Diserahkan di yuridiksi Indonesia
Sebelum penangkapan terjadi, komunikasi intensif antara Polri dan Polis Diraja Malaysia terus dilakukan untuk mendeteksi keberadaan Djoko Tjandra di Malaysia.
"Dan alhamdulillah, hari ini kami mendapat kepastian bahwa yang bersangkutan berada di Kuala Lumpur di suatu tempat," ungkap Listyo.
"Dan alhamdulillah seluruh proses penangkapan berjalan dengan lancar. Proses P to P (police to police) berjalan dengan lancar, dan alhamdulillah saat ini saudara Djoko Tjandra bisa kita bawa kembali melalui jalur penerbangan via Halim," imbuh dia.
Proses penyerahan (handling over) Djoko Tjandra, sebut Listyo, dilakukan di wilayah yurisdiksi Indonesia.
"Kira-kira seperti itu. Kemudian langsung kita bawa," ungkapnya.
Jawab keraguan publik
Listyo berharap, penangkapan Djoko Tjandra ini dapat menjawab keraguan publik terhadap Polri.
Pasalnya, dalam beberapa waktu terakhir, nama Polri cukup mendapat sorotan setelah ada oknum di instansi tersebut yang diduga turut membantu Djoko Tjandra keluar masuk Indonesia.
"Tentunya ini untuk menjawab pertanyaan publik tentang apa yang terjadi selama ini. Dan ini adalah komitmen dari kami, kepolisian, untuk terus kemudian melanjutkan proses penyelidikan dan penyidikan terhadap peristiwa yang terjadi," tegas Listyo.
Ia pun menjanjikan bahwa proses penanganan oknum polisi yang diduga dalam kasus ini akan dilakukan secara transparan dan objektif, guna menjaga marwah institusi.
"Sedangkan proses untuk saudara Djoko Tjandra sendiri akan ada proses di Kejaksaan yang akan ditindaklanjuti," ujarnya.